Kristal Garam dan Senja di Desa Wisata Les, Surga Tenang di Ujung Utara Bali

Desa Wisata Les
Tugu Desa Wisata Les (Dok.Pemdes Les).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Laut menyapa pagi dengan deburan ombak yang ritmis, tertiup angin timur yang lembut. Burung-burung berputar di langit biru, sementara dari kejauhan terdengar ketukan musik yang mengiringi aktivitas warga. Di pesisir inilah, di bawah matahari yang perlahan meninggi, para petani garam Desa Les memulai hari, menyusuri palungan-palong bambu, menakar air laut, dan menunggu kristal putih lahir dari kesabaran.

Gunungan garam yang berkilauan di bawah cahaya pagi menjadi penanda bahwa Desa Wisata Les bukan sekadar desa pesisir biasa. Ia adalah mutiara terpendam di ujung timur Kabupaten Buleleng, Bali, desa yang hidup dari harmoni alam, tradisi, dan kerja keras warganya.

Desa Les: Pesisir Tenang di Utara Bali

Desa Les terletak di Kecamatan Tejakula, sekitar tiga jam perjalanan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai. Perjalanan panjang itu seolah terbayar lunas begitu kaki menjejak desa. Udara terasa lebih bersih, laut membentang tanpa hiruk-pikuk, dan kehidupan berjalan dalam ritme yang menenangkan.

Sejak lama, Desa Les dikenal sebagai penghasil garam tradisional. Garam di sini bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan warisan pengetahuan turun-temurun. Prosesnya alami, tanpa mesin, memanfaatkan sinar matahari dan ketekunan manusia. Selain garam, warga juga memproduksi gula aren khas Desa Les. Hamparan pohon kelapa di sepanjang pesisir menjadi saksi bagaimana alam menyediakan, dan manusia merawatnya.

Menyusuri Pengalaman Wisata yang Membumi

Bagi wisatawan, Desa Wisata Les menawarkan lebih dari sekadar panorama. Ia mengajak setiap pengunjung untuk ikut merasakan kehidupan desa. Paket wisata yang tersedia dirancang untuk mempertemukan manusia dengan alam dan budaya secara utuh.

Jejak petualangan bisa dimulai dengan menyusuri Air Terjun Yeh Mampeh yang megah, atau melakukan tracking dan eksplorasi hutan. Bagi pencari ketenangan spiritual, melukat di mata air suci Yeh Anakan menjadi pengalaman yang menyejukkan jiwa. Sementara itu, laut Desa Les menyimpan dunia lain di bawah permukaannya—snorkeling dan diving membuka pemandangan terumbu karang yang masih terjaga.

Saat senja tiba, garis matahari yang perlahan tenggelam di cakrawala laut utara Bali menghadirkan momen hening yang sulit dilupakan.

Tradisi, Arsitektur, dan Kehidupan Desa

Di sela perjalanan, wisatawan diajak menyusuri warisan budaya Desa Les. Pura Puseh dengan arca kunonya dan arsitektur pura yang merujuk pada Pura Besakih menjadi bukti bahwa spiritualitas dan tradisi masih dijaga erat.

Desa Les juga menawarkan pengalaman langsung membuat garam tradisional mulai dari mengangkut air laut hingga melihat kristal garam terbentuk. Garam organik palungan khas Les, gula Bali lontar, VCO, minyak kelapa, hingga arak tradisional menjadi cinderamata yang membawa pulang cerita desa.

UMKM lokal turut menghidupkan denyut ekonomi desa. Setiap produk bukan sekadar barang, melainkan representasi identitas dan kearifan lokal.

Baca Juga:

Eksotisme Desa Wisata Sawarna, Surga Tersembunyi di Pesisir Selatan Banten

Desa Wisata Berkelanjutan yang Mendunia

Komitmen Desa Wisata Les terhadap keberlanjutan tak berhenti pada wacana. Desa ini telah memiliki TPST dan mengelola sampah secara terpadu, sekaligus memproduksi pupuk kompos organik. Langkah kecil yang konsisten itu mengantarkan Desa Les meraih Juara 1 Desa Wisata Terbaik ADWI 2024, ajang bergengsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pengakuan tersebut semakin diperkuat ketika Desa Wisata Les resmi menjadi bagian dari Program Kampung Berseri Astra (KBA) pada Januari 2025. Melalui program ini, Astra berkolaborasi dengan Pokdarwis, pemerintah daerah, dan para peraih SATU Indonesia Award untuk mendorong pengembangan desa secara holistik.

Gede Andika Wirateja, peraih SATU Indonesia Award tingkat provinsi 2021, hadir membekali pemandu wisata dengan kemampuan Bahasa Inggris pariwisata serta menanamkan kesadaran pendidikan bagi anak-anak desa. Di bidang kesehatan, drg. Ayu Sri Widyasanthi berbagi edukasi kesehatan gigi, pencegahan stunting, ISPA, dan diare bersama para ibu dan balita dari sembilan banjar.

Sementara itu, Gede Mantrayasa, local champion KBA Tegeh Sari Denpasar, turut berbagi praktik pengelolaan bank sampah berbasis konsep 3R—menguatkan visi Desa Les sebagai desa wisata berkelanjutan.

Harmoni yang Tinggal di Ingatan

Desa Wisata Les bukan destinasi yang menawarkan kemewahan instan. Ia menawarkan kejujuran, tentang alam yang dirawat, tradisi yang dijaga, dan manusia yang hidup berdampingan dengan lingkungannya.

Di sini, laut, garam, budaya, dan gotong royong berpadu menjadi pengalaman yang membekas. Bagi siapa pun yang berkunjung, Desa Les bukan hanya tempat singgah, melainkan ruang untuk berhenti sejenak, bernapas, dan belajar tentang makna harmoni yang sesungguhnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Pemain Timnas Indonesia Persib
Timnas Indonesia Dibayangi Persaingan Selisih Gol, John Herdman Harus Benahi Lini Serang
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Timnas Indonesia menghadapi pekerjaan penting menjelang pertandingan terakhir...
Berita Lainnya

1

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

2

Jadwal Adzan Magrib Lombok
Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bagi umat muslim, jadwal adzan magrib merupakan hal yang penting ketika...

3

Wisata Sepi
6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dampak pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu ternyata merambah ke sejumlah...

4

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....

5

IMG_20240125_130319
Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
BANDUNG,TM.ID: Para atlet dari Kontingen Jawa Barat dari berbagai cabang olah raga (Cabor) mengikuti...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...