Berapa Rupiah BSU Pengganti Diskon Listrik? Ini Penjelasan Sri Mulyani

Berapa besaran BSU pengganti Diskon Tarif Listrik
(Tangkap Layar YouTube)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Berapa rupiah besaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) pengganti diskon listrik 50 persen? Simak penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sri Mulyani Indrawati mengumumkan pembatalan rencana diskon tarif listrik 50 persen yang semula direncanakan berlaku Juni-Juli 2025.

Kebijakan ini dibatalkan karena kendala lambatnya proses penganggaran. Sebagai gantinya, pemerintah meningkatkan nominal BSU dari Rp150.000 menjadi Rp300.000 per bulan selama dua bulan tersebut.

“Karena targetnya Juni-Juli dan ternyata tidak bisa dijalankan, kami gantikan dengan penambahan bantuan subsidi upah,” tegas Sri Mulyani dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin (2/6/2025).

BSU akan diberikan kepada 17,3 juta pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta per bulan serta 565 ribu guru honorer (288 ribu guru Kemendikbud dan 277 ribu guru Kemenag).

Sri Mulyani menegaskan data penerima sudah bersih berkat pemutakhiran data BPJS Ketenagakerjaan.

BACA JUGA

Gegara Diskon Listrik, Indonesia Deflasi Pertama Sejak 25 Tahun

Hambat Transisi Energi, Sri Mulyani Tekankan Antisipasi Dampak Ekonomi Global

Paket Stimulus Ekonomi

Pemerintah menyiapkan lima stimulus ekonomi untuk menjaga pertumbuhan di tengah ketidakpastian global:

  1. Diskon Transportasi (Juni–Juli 2025):
  • Diskon 30% tiket kereta api, PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 6% tiket pesawat, dan diskon 50% tiket angkutan laut.
  1. Diskon Tol 20% untuk 110 juta pengendara selama periode libur sekolah.
  2. Tambahan Bansos:
  • Kartu Sembako tambahan Rp200.000/bulan untuk 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
  • Bantuan 10 kg beras per KPM yang disalurkan sekali pada Juni 2025.
  1. BSU Rp300.000/Bulan untuk 17,3 juta pekerja dan guru honorer, dengan anggaran Rp10,72 triliun.
  2. Perpanjangan Diskon Iuran JKK 50% selama 6 bulan bagi pekerja sektor padat karya (non-APBN).

Kebijakan ini diputuskan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto untuk memitigasi risiko pelemahan ekonomi.

“Stimulus ini untuk menjaga momentum pertumbuhan dan stabilitas ekonomi,” pungkas Sri Mulyani.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Oman: Ujian Perdana John Herdman di GBK, Garuda Bidik Hasil Positif
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara