Banjir Bandang Tapanuli Selatan: 13 Warga Tewas, 113 Luka-Luka

Banjir Bandang Tapanuli Selatan
(Instagram/sumut.info)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Bencana banjir bandang yang menerjang kawasan permukiman di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menimbulkan korban jiwa dan luka-luka dalam jumlah besar. Hingga Rabu (26/11/2025), sebanyak 13 orang dinyatakan meninggal dunia dan 113 warga mengalami luka berat maupun ringan.

Saat ini, Seluruh korban ditangani di Puskesmas Batangtoru yang menjadi pusat layanan darurat setelah fasilitas kesehatan di sekitar lokasi terdampak kewalahan menerima lonjakan pasien.

“Total yang luka-luka ada 113 orang, 13 meninggal dunia. Tapi kemungkinan jumlahnya masih bisa bertambah karena masih banyak korban di lokasi yang belum ditemukan. Enam atau tujuh pasien sudah dipulangkan,” ujar Kepala Puskesmas Batangtoru, Elida Batubara.

Kondisi Medis Memburuk, Stok Obat Hampir Habis

Elida menjelaskan, bahwa penanganan korban terhambat karena stok obat-obatan di puskesmas semakin menipis. Truk pengangkut obat yang seharusnya tiba Rabu pagi terjebak akibat jalur menuju Batangtoru tertutup material longsor.

“Kami terkendala obat. Pengantar obat sudah dalam perjalanan, tapi akses terputus sehingga mereka tidak bisa masuk. Selain itu, listrik dan jaringan komunikasi juga terganggu,” katanya.

Ia menambahkan, dua jenazah korban yang dibawa ke Puskesmas Batangtoru masih belum teridentifikasi. Sementara itu, data jumlah korban terus berubah karena warga yang selamat masih berdatangan dari permukiman terdampak banjir.

Data Kepolisian: Total 24 Korban Jiwa di Sumut

Berdasarkan laporan sementara jajaran Polda Sumatera Utara, total korban meninggal akibat rangkaian banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Sumut mencapai 24 orang. Angka tersebut mencakup korban dari beberapa kecamatan berbeda yang terdampak bencana alam sejak dua hari terakhir.

Tim SAR gabungan, TNI, Polri, dan relawan dari sejumlah organisasi kemanusiaan terus menyisir area permukiman dan aliran sungai untuk mencari korban yang masih hilang.

Banjir Bandang Terjadi Selasa Pagi

Bencana terjadi pada Selasa (25/11/2025) pagi ketika curah hujan ekstrem mengguyur wilayah Tapanuli Selatan sejak malam sebelumnya. Meluapnya aliran sungai di kawasan Batangtoru menyebabkan arus deras membawa material lumpur, batu, dan kayu besar langsung menghantam rumah-rumah warga.

Ratusan rumah dilaporkan rusak berat hingga rata dengan tanah. Sejumlah warga tidak memiliki waktu cukup untuk menyelamatkan diri karena amplitudo banjir bandang meningkat dalam hitungan detik.

Warga yang terseret arus ditemukan dalam kondisi luka-luka, sementara sebagian lainnya ditemukan meninggal dunia di tepi sungai maupun lokasi permukiman yang menjadi jalur aliran banjir.

Baca Juga:

Banjir Padang Terus Meluas, 9 Kecamatan Terendam, Rumah Hanyut hingga Jalan Longsor

Jembatan Cileungsi 2 Dibongkar Lagi Karena Amblas, Lalu Lintas Macet Hingga 2 Km!

Proses Evakuasi Masih Berlangsung

Hingga Rabu sore, proses pencarian dan evakuasi masih terus dilaksanakan. Kondisi medan yang berat, ditambah cuaca tidak menentu, membuat upaya tim SAR berlangsung lambat.

Material lumpur setinggi lutut hingga pinggang menutup sejumlah jalur utama, menyulitkan kendaraan medis dan logistik mencapai lokasi terdampak. Petugas dibantu warga setempat menggunakan alat manual karena alat berat belum bisa masuk akibat akses jalan yang rusak parah.

“Kami fokus mencari korban yang dilaporkan hilang dan membuka jalur darurat agar suplai logistik termasuk obat-obatan bisa segera masuk,” kata salah satu anggota tim SAR yang berada di lokasi.

Ratusan Warga Mengungsi

Sebagian besar warga terdampak kini mengungsi ke sejumlah titik aman, seperti gedung sekolah, rumah ibadah, dan posko darurat yang didirikan pemerintah daerah bersama BPBD.

Kebutuhan mendesak yang diperlukan para pengungsi antara lain makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, serta fasilitas penerangan karena sejumlah lokasi masih mengalami pemadaman listrik.

BPBD Tapanuli Selatan menyebut kebutuhan mendesak lainnya adalah alat berat untuk membuka akses jalan menuju desa yang terisolasi.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Polda Sumut, dan BPBD masih menghimpun data kerusakan dan korban untuk memastikan penanganan darurat dilakukan secara menyeluruh. Bantuan tambahan dari pemerintah provinsi dan pusat tengah dipersiapkan untuk mempercepat penanggulangan.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City