50 Ribu Bayi Indonesia Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan, Hanya 15 Persen yang Tertangani!

penyakit jantung bawaan
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Setiap tahun, sekitar 50 ribu bayi di Indonesia lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) di Indonesia . Namun, mirisnya, hanya sekitar 7.500 kasus yang bisa tertangani oleh tenaga medis. Keterbatasan fasilitas dan jumlah rumah sakit menjadi hambatan utama dalam penyelamatan pasien.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Siloam Heart Hospital (SHH), dr. Asmoko, menyebut hingga saat ini Indonesia baru memiliki sekitar 12 pusat layanan bedah jantung. Jumlah tersebut jelas tidak sebanding dengan kebutuhan pasien yang terus meningkat setiap tahun.

“Kesenjangan ini terjadi karena pusat atau rumah sakit yang bisa melakukan tindakan masih terbatas. Pemerintah memang sudah menambah jalur pendidikan, memberikan beasiswa, dan membuka sentra bedah jantung. Tapi kebutuhan pasien jauh lebih besar,” ujar Asmoko dalam acara Doctor’s Interview di Pondok Indah Mall (PIM) 2, Jakarta Selatan, Rabu (20/8/2025).

Akibat keterbatasan itu, banyak anak harus menunggu lama untuk mendapatkan jadwal tindakan. Penundaan tersebut memperbesar risiko, karena penyakit bisa semakin parah bila tidak segera ditangani.

Selain masalah fasilitas, rendahnya kesadaran masyarakat juga menjadi hambatan. Menurut Asmoko, banyak orang tua tidak memahami gejala awal PJB. Akibatnya, sebagian pasien baru terdiagnosis ketika sudah dewasa atau mengalami komplikasi serius.

“Edukasi sebenarnya sudah banyak dilakukan, mulai dari penyuluhan, bakti sosial, hingga IG Live di akun organisasi dokter jantung. Tapi masyarakat sering kali lebih tertarik pada konten hiburan dibanding informasi kesehatan,” jelasnya, mengutip Liputan6.

Baca Juga:

Ini Penjelasan Dokter Soal Balita di Sukabumi yang Meninggal Dipenuhi Cacing

Ilmuwan China Tumbuhkan Jantung Manusia dalam Embrio Babi

Meski demikian, berbagai upaya tetap dijalankan pemerintah. Antara lain mempercepat pendidikan spesialis jantung, memberikan beasiswa, memperluas pusat layanan, hingga meluncurkan kampanye edukasi saat Hari Jantung Sedunia maupun Hari Penyakit Jantung Bawaan.

Di sisi lain, teknologi intervensi non-bedah seperti kateterisasi kini menjadi harapan baru bagi pasien. Metode ini lebih minim invasif, pemulihannya lebih cepat, dan bisa menjadi solusi di tengah terbatasnya fasilitas operasi jantung terbuka.

“Upaya sudah lumayan, tinggal memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pesan edukasi menjangkau masyarakat luas dan berdampak nyata,” tegas Asmoko.

Dengan dukungan berbagai pihak, kesenjangan penanganan PJB di Indonesia diharapkan bisa semakin menyempit, sehingga lebih banyak anak dapat tertolong sejak dini.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Oman: Ujian Perdana John Herdman di GBK, Garuda Bidik Hasil Positif
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara