Ilmuwan China Tumbuhkan Jantung Manusia dalam Embrio Babi

Alat deteksi kandungan babi
Ilustrasi (Pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Dunia medis mungkin tengah berada di ambang revolusi besar. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ilmuwan dari China berhasil menumbuhkan jantung manusia tahap awal yang berdetak dalam embrio babi, langkah berani yang bisa menjadi solusi jangka panjang bagi krisis kelangkaan organ transplantasi.

Studi ini dipresentasikan dalam pertemuan International Society for Stem Cell Research di Hong Kong dan langsung menarik perhatian luas.

Embrio yang dihasilkan mampu bertahan hingga 21 hari, cukup untuk memperlihatkan perkembangan awal jantung dengan sel manusia yang berfungsi.

Upaya ini menjadi bagian dari penelitian chimera, menggabungkan dua jenis sel dari spesies berbeda dalam hal ini manusia dan babi.

Tujuannya bukan eksperimen sensasional, melainkan menyediakan cadangan organ manusia yang tumbuh dalam tubuh hewan.

“Kami menargetkan agar suatu saat nanti organ dari hewan ini bisa dipanen untuk transplantasi manusia, mengatasi antrean panjang pasien yang menunggu donor,” kata pemimpin tim dari Guangzhou Institutes of Biomedicine and Health, Lai Liangxue.

Kenapa babi? Jawabannya ada pada kesamaan ukuran dan bentuk organ internal dengan manusia, menjadikannya kandidat ideal dalam pengembangan organ manusia di luar tubuh manusia.

Baca Juga:

Cek Fakta : Kloning Babi dan Sapi di China?

Langkah teknisnya melibatkan modifikasi genetik pada embrio babi, menonaktifkan dua gen yang bertanggung jawab atas pembentukan jantung babi, lalu menggantikannya dengan sel punca manusia.

Hasilnya adalah embrio dengan cikal bakal jantung yang secara biologis manusia dan bahkan mulai berdetak.

Namun, sebagaimana setiap lompatan sains besar, tantangan etis dan ilmiah masih membayangi. Para ahli menekankan pentingnya pengawasan, mengingat batas antara manusia dan hewan makin kabur dalam proyek seperti ini.

“Jika organ ini akan digunakan di masa depan, kita harus memastikan bahwa sel-sel yang membentuknya benar-benar 100% manusia. Jika tidak, risiko penolakan atau komplikasi bisa sangat tinggi,” ujar Hiromitsu Nakauchi dari Stanford University.

Meski masih jauh dari aplikasi klinis, langkah ini menunjukkan bahwa masa depan rekayasa organ mungkin tak lagi sekadar fiksi ilmiah.

Di balik eksperimen ini tersembunyi harapan jutaan pasien yang menunggu donor organ dan mungkin, sebuah babak baru dalam sejarah biomedis umat manusia.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Haul Akbar Pesantren Cipasung
Ribuan Alumni Siap Hadiri Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Cipasung
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Gensinimpact
Genshin Impact Account: Faktor yang Membentuk Akun Kuat di Era Modern Teyvat
Euro 2024
Prediksi Skor Belgia vs Tunisia, Setan Merah Incar Modal Positif Jelang Piala Dunia
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara