BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Red Bull Racing akhirnya mengonfirmasi salah satu keputusan paling besar dalam proyek jangka panjang mereka, Yuki Tsunoda dilepas, dan kursinya akan ditempati rising star Isack Hadjar mulai F1 2026.
Keputusan ini bukan sekadar pergantian pembalap, tetapi bagian dari strategi besar Red Bull untuk menyiapkan generasi baru yang dapat mendampingi dan suatu saat mungkin menggantikan dominasi Max Verstappen.
Selama dua musim terakhir, rumor tentang meredupnya peluang Tsunoda di tim utama terus beredar. Performanya setelah promosi memang belum memenuhi standar tinggi Red Bull, terutama ketika dibandingkan dengan konsistensi Verstappen. Pada akhirnya, manajemen mengambil langkah tegas: memulai era baru bersama talenta muda yang sedang menanjak cepat.
Isack Hadjar, yang tampil gemilang bersama Racing Bulls musim ini, menjadi pilihan utama. Bukan hanya karena kecepatannya, tetapi karena Red Bull melihatnya sebagai investasi masa depan. Sebuah keputusan yang menyerupai pola lama Red Bull: memilih pembalap muda yang siap dibentuk, seperti yang mereka lakukan pada Vettel dan Verstappen di masa lalu.
Baca Juga:
Rumor Panas! Red Bull Lirik Alex Palou untuk Formula 1 2026
Hadjar menyambut kabar itu dengan penuh emosi dan rasa syukur.
“Saya sangat berterima kasih kepada Red Bull yang telah memberi saya kesempatan membalap di level tertinggi Formula 1,” ujarnya, dikutip dari Formula1, Rabu (3/12/2025).
Bagi Hadjar, peluang ini bukan hanya promosi, melainkan loncatan besar dalam kariernya. Bergabung dengan tim yang dibangun di sekitar Verstappen jelas menghadirkan tekanan besar, tetapi juga membuka kesempatan emas untuk belajar dari salah satu pembalap terbaik era modern.
“Perjalanan saya tidak selalu mudah, tapi mereka terus percaya pada saya. Musim ini saya belajar banyak, meraih podium perdana, dan berkembang jauh sebagai pembalap maupun pribadi,” ungkapnya.
“Saya merasa siap. Bekerja dengan yang terbaik dan belajar dari Max adalah sesuatu yang benar-benar saya nantikan,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Red Bull mengirimkan pesan jelas kepada rival, mereka tidak hanya memikirkan 2026, tapi juga membangun fondasi untuk satu dekade ke depan. Hadjar kini berada di pusat proyek tersebut sebuah kehormatan besar, sekaligus tanggung jawab yang berat.
(Budis)









