BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan bank bjb syariah maupun instansi resmi lainnya.
Pelaku kerap memanfaatkan nama lembaga terpercaya untuk menipu korban dengan berbagai alasan, mulai dari pembaruan data hingga ancaman sanksi administratif.
Dalam beberapa kasus, penipu mengaku berasal dari bank bjb syariah, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), BPJS, atau layanan publik lainnya. Mereka biasanya menghubungi korban melalui pesan singkat, telepon, maupun media sosial dengan dalih bahwa data nasabah belum valid atau terdapat masalah administratif yang harus segera diselesaikan.
Modus yang Sering Digunakan
Terdapat beberapa pola umum yang kerap digunakan pelaku penipuan, di antaranya:
- Meminta korban mengklik tautan tertentu
Korban diarahkan untuk membuka link yang dikirimkan melalui pesan. Tautan tersebut biasanya menyerupai situs resmi, namun sebenarnya merupakan situs palsu yang dirancang untuk mencuri data pribadi. - Meminta data pribadi, OTP, atau PIN
Pelaku akan meminta informasi sensitif seperti nomor KTP, nomor rekening, kode OTP (One Time Password), hingga PIN dengan berbagai alasan. Data ini kemudian digunakan untuk mengakses rekening atau melakukan transaksi tanpa izin. - Memberikan tekanan waktu
Penipu sering kali menciptakan rasa panik dengan mengatakan bahwa korban akan terkena sanksi, pemblokiran rekening, atau denda jika tidak segera merespons. Tekanan ini membuat korban bertindak tanpa berpikir panjang.
Masyarakat perlu memahami bahwa lembaga resmi, termasuk bank bjb syariah, tidak pernah meminta data rahasia seperti PIN atau kode OTP melalui pesan pribadi maupun telepon.
Baca Juga:
Kembali Jadi Pemenang, bank bjb syariah Raih Juara 1 di Annual Report Awards 2024
Cara Menghindari Penipuan
Untuk melindungi diri dari tindak kejahatan digital, berikut langkah pencegahan yang dapat dilakukan:
- Jangan klik tautan mencurigakan
Hindari membuka link yang dikirim oleh nomor atau akun yang tidak dikenal, terutama jika berisi permintaan data atau informasi sensitif. - Jangan bagikan data pribadi
Informasi seperti PIN, password, dan kode OTP bersifat rahasia dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari lembaga resmi. - Cek informasi hanya melalui kanal resmi
Pastikan setiap informasi diperoleh dari situs web resmi, akun media sosial terverifikasi, atau layanan pelanggan resmi lembaga terkait. - Abaikan dan laporkan aktivitas mencurigakan
Jika menerima pesan atau telepon yang mencurigakan, sebaiknya tidak menanggapi dan segera melaporkannya melalui saluran resmi.
Saluran Pelaporan Resmi
Apabila menemukan atau menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan bank bjb syariah, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui:
- Call Center SalaMaslahah: 1500-727
- Contact Center di aplikasi Mobile Maslahah
Pelaporan yang cepat akan membantu pihak terkait mengambil langkah pencegahan dan penanganan lebih lanjut.
Bank bjb syariah mengimbau seluruh nasabah dan masyarakat untuk selalu berhati-hati serta menjaga kerahasiaan data pribadi. Keamanan finansial merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kewaspadaan setiap individu.
Tetap waspada dan lindungi data pribadi Anda dari segala bentuk penipuan digital.











