Warga Baduy Bakal Tolak Kunjungan Polisi, Imbas Kasus Pembegalan Mandek

warga baduy tolak polisi
Sejumlah tokoh adat menyambut kepulangan Repan (kanan kedua) yang merupakan warga Badui Dalam yang menjadi korban kejahatan pembegalan di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu 26 Oktober 2025. (Sekdes Kanekes/Antara)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Lebih dari sebulan kasus pembegalan yang menimpa Repan (16), remaja Baduy Dalam di Desa Kanekes, belum menemukan titik terang. Warga dan tetua adat setempat mempertimbangkan menolak kunjungan aparat ke wilayah Baduy jika kasus tidak segera diusut.

Kepala Desa Kanekes, Oom mengatakan, Repan diserang oleh empat pelaku yang berboncengan dengan dua sepeda motor saat tengah berjualan di Jakarta. Meskipun sempat melawan, korban terkena senjata tajam yang melukai wajah dan tangannya.

“Korban sempat minta tolong pengendara dan dibawa ke rumah sakit, meski sempat diminta menunjukkan KTP,” ujar Oom, Sabtu (29/11/2025).

Warga Desa Kanekes dan tetua adat menyampaikan kekecewaan karena aparat kesulitan dalam proses penyelidikan. Tidak adanya saksi mata, rekaman CCTV, maupun sketsa wajah pelaku membuat identifikasi para pelaku berjalan lambat. Komunikasi antara pihak desa dengan Polres dan Polsek Jakarta Pusat juga minim.

“Hampir seminggu ini tidak ada kabar perkembangan,” kata Oom.

Meski begitu, warga Baduy tetap berharap kasus ini ditangani dengan serius. Mereka berencana mengajukan audiensi ke Polda Banten untuk meminta kepastian mengenai penanganan kasus, karena hingga kini laporan belum diteruskan ke Polda Metro Jaya.

Baca Juga:

Ribuan Ikan Mati Misterius di Desa Bedono, Nelayan Demak Menjerit!

Walhi: Akumulasi Deforestasi dan Ekspansi Sawit Pemicu Banjir dan Longsor Aceh

Selain itu, Oom juga menyoroti penyebaran video prosesi adat Baduy yang bersifat sakral di media sosial.

Ia menegaskan, bahwa video lama tersebut tidak ada kaitannya dengan kasus Repan dan pihaknya keberatan jika video tersebut digunakan sebagai bagian dari pemberitaan atau spekulasi publik.

“Video itu bersifat sakral dan tidak boleh dikaitkan dengan kasus Repan,” tegasnya.

Pemerintah Desa Kanekes juga mengeluarkan himbauan untuk warga Baduy yang berdagang di Jakarta agar berhati-hati. Mereka disarankan untuk tidak beraktivitas pada malam hari, bergerak secara berkelompok, dan tidak membawa anak kecil. Menurut Oom, langkah ini bukan larangan berdagang, tetapi merupakan upaya untuk menjaga keselamatan warga.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun