MAJALENGKA, TEROPONGMEDIA.ID – Persatuan Umat Islam (PUI) melalui Bidang Dikdasmen DPP PUI bekerja sama dengan Perguruan Daarul Uluum (PDU) PUI Majalengka secara resmi menggelar workshop bertajuk “Aplikasi CIDS New Gen: Transformasi Perencanaan Pembelajaran Berbasis AI di Era Digitalisasi Pendidikan”.
Acara yang berlangsung di Gedung Bapermin PUI Majalengka pada Jumat (17/4/2026) ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi kurikulum di lingkungan sekolah PUI.
Workshop yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh sedikitnya 100 guru yang merupakan perwakilan terpilih dari 11 sekolah PUI di wilayah Kabupaten Majalengka. Langkah ini diambil sebagai respons cepat organisasi terhadap pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam dunia pedagogi.
Integrasi AI untuk Efisiensi Perencanaan Guru
Ketua Badan Penyelenggara Daarul Uluum (BP DU), H. Saefullah Ma’ruf, dalam sambutannya menekankan bahwa kolaborasi strategis antara PUI dan CIDS bertujuan untuk menyelaraskan kualitas pengajar dengan tuntutan zaman. Menurutnya, Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan dalam menyusun administrasi dan strategi mengajar.
“Tantangan pendidikan hari ini tidak hanya terletak pada proses tatap muka di kelas, tetapi juga pada kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang efektif, sistematis, dan berbasis teknologi tinggi,” ujar H. Saefullah.
Ia menambahkan bahwa dengan aplikasi CIDS New Gen, para guru dapat mengintegrasikan berbagai sumber belajar digital secara lebih efisien. Hal ini diharapkan mampu mengurangi beban administrasi guru sehingga mereka bisa lebih fokus pada pengembangan karakter siswa.
Membangun Ekosistem Inovasi Melalui ‘Simposium 1000 Guru’
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Dikdasmen DPP PUI, Rijal Wahid Muharram, M.Pd, mengajak para pendidik untuk tidak alergi terhadap perubahan. Ia mendorong guru-guru PUI untuk menjadi aktor utama perubahan (agent of change) di sekolah masing-masing.
“Dunia pendidikan sangat dinamis. Kita dituntut untuk terus belajar (long-life learner), adaptif terhadap alat-alat baru, dan konsisten menghadirkan inovasi di ruang kelas,” tegas Rijal.
Rijal juga membocorkan agenda strategis DPP PUI ke depan, yakni rencana penyelenggaraan Simposium 1000 Guru PUI. Program ini diproyeksikan menjadi wadah kolaborasi akbar yang akan melahirkan Forum Guru PUI sebagai pusat pengembangan kompetensi dan pertukaran ide antar-pendidik di bawah naungan PUI secara nasional.
AI Sebagai Mitra, Bukan Pengganti Peran Guru
Hadir langsung dalam acara tersebut, Direktur CIDS, Dr. Ismail Muhammad Zain, PMP., memberikan pemaparan mengenai filosofi penggunaan AI di sekolah. Ia menegaskan bahwa teknologi CIDS New Gen dirancang untuk memperkuat peran guru, bukan menggantikannya.
“Transformasi berbasis AI adalah sebuah keniscayaan. Alat ini membantu guru menyusun perencanaan yang lebih aplikatif dan terukur. Ini adalah langkah awal sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam agar tetap kompetitif di kancah global,” jelas Dr. Ismail.
Dukungan dari Kementerian Agama
Penyelenggaraan workshop ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., yang hadir mewakili Kemenag, berpesan agar para peserta memanfaatkan momentum ini dengan maksimal.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif PUI. Kami berharap seluruh peserta mengikuti workshop ini dengan penuh kesungguhan. Jangan hanya berhenti di teori, tetapi harus diimplementasikan secara nyata di sekolah masing-masing agar kualitas pendidikan di Majalengka terus meningkat,” tutur Dr. Ojun.
Workshop CIDS New Gen ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya sistem pendidikan yang lebih adaptif dan inovatif di lingkungan PUI. Dengan penguasaan teknologi AI, para guru PUI kini dipersiapkan untuk mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan era digital dengan bekal ilmu pengetahuan yang mutakhir dan karakter yang kuat.











