Pembangunan Data Center AI di AS Terhambat, Hampir Setengah Proyek Ditunda atau Dibatalkan

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Amerika serikat mempunyai ambisi yang besar untuk mengembangkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), namun dibalik itu mereka mengalami hambatan yang serius. sejumlah laporan terbaru mengatakan bahwa hampir setengah perencanaan pembangunan AI data center pada 2026 mengalami penundaan bahkan pembatalan.

Perusahaan-perusahaan teknologi ti AS sebelumnya berlomba-lomba membangun pusat data untuk mendukung perkembangan AI. Namun, keterbatasan dalam pasokan listrik serta sulitnya mendapatkan peralatan penting menjadi kendala utama. Akibatnya, hanya sekitar setengah dari proyek yang mampu berjalan sesuai target.

Berdasarkan analisis dari Sightline Climate, sekitar 30 hingga 50 persen proyek data center AI yang direncanakan tahun ini berpotensi tertunda atau batal. Hal ini disebabkan oleh tingginya kebutuhan energi serta keterbatasan kapasitas jaringan listrik yang ada.

Saat ini, dari total 140 proyek yang direncanakan, hanya sekitar 5 gigawatt (GW) kapasitas yang benar-benar dalam tahap pembangunan. Padahal, target keseluruhan mencapai 16 GW yang diharapkan bisa beroperasi sebelum akhir 2026. Sementara itu, kapasitas tambahan sebesar 16 GW lainnya masih berada di tahap perencanaan tanpa perkembangan yang jelas.

Baca Juga:

Google dan Intel Perkuat Kolaborasi AI, Fokus pada Cloud dan Infrastruktur Chip

Pemerintah Jamin Data Pribadi Warga RI Aman Meski Dipegang AS

Selain faktor teknis, tingginya biaya energi juga menjadi masalah besar. Pusat data AI membutuhkan daya listrik yang sangat besar, bahkan dalam beberapa kasus disebutkan dapat berdampak pada kenaikan tagihan listrik bagi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.

Di sisi lain, muncul anggapan bahwa pembangunan besar-besaran ini didorong oleh tren dan ekspektasi tinggi terhadap AI, bukan kebutuhan nyata. Banyak perusahaan membangun data center dengan asumsi bahwa permintaan akan terus meningkat pesat. Namun kenyataannya, kebutuhan komputasi tidak berkembang secepat yang diperkirakan.

Sebagian besar perusahaan AI saat ini justru lebih banyak menggunakan layanan dari pihak ketiga seperti OpenAI atau Anthropic, daripada membangun infrastruktur sendiri dalam skala besar. Hal ini membuat sejumlah proyek data center menjadi kurang relevan secara ekonomi.

(Magang Unpas/Rahmadani)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun