JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Toyota Avanza terus menjadi primadona keluarga Indonesia, sebagai sebagai salah satu mobil bekas paling diminati di pasaran.
Kendaraan berjenis MPV tersebut, masih menyimpan daya tarik pembeli berkat reputasinya sebagai mobil yang tangguh, mudah dirawat, dan memiliki nilai jual kembali yang stabil.
Dari sejumlah penelusuran informasi, Toyota Avanza bekas masih terbilang tinggi. Salah satu faktor yang mendukung popularitasnya adalah kemudahan mendapatkan suku cadang serta keunggulan sistem penggerak roda belakang yang masih ada pada varian tertentu.
Toyota Avanza yang Paling Banyak Dicari
Dari berbagai pilihan model, Avanza dengan tahun produksi antara 2010 hingga 2017 menjadi yang paling banyak dicari.
Selain karena performa yang masih dianggap andal, varian ini juga masih menggunakan sistem penggerak roda belakang, yang dinilai lebih cocok untuk kondisi jalan di Indonesia dan mampu menghadapi berbagai medan.
BACA JUGA:
Meski tergolong unit lama, harga jual Avanza 2010–2017 tetap stabil di kisaran Rp70 jutaan, tergantung pada kondisi unit dan kelengkapan dokumennya. Tingginya permintaan bahkan membuat stok untuk varian ini sering kali kosong di beberapa diler mobil bekas.
Alasan Masih Diminati
Selain keandalan dan ketersediaan suku cadang, kemampuan Avanza untuk menggunakan bahan bakar subsidi seperti pertalite juga menjadi alasan banyak orang memilih mobil ini, terutama di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Jika dibandingkan dengan rival di segmen yang sama seperti Mitsubishi Xpander atau Hyundai Stargazer, Avanza masih menjadi pilihan utama. Ketersediaan layanan purnajual (aftersales) yang luas dan kepercayaan terhadap brand Toyota menjadi pertimbangan utama konsumen.
Avanza dikenal sebagai kendaraan yang fleksibel. Kalangan orang tua cenderung memilih Avanza karena kapasitasnya yang besar dan kemampuannya melewati berbagai medan jalan. Sementara itu, kalangan muda saat ini mulai melirik mobil-mobil LCGC yang lebih ringkas dan ekonomis.
Untuk varian yang lebih baru seperti produksi tahun 2024, harga jualnya masih berada di kisaran Rp200 jutaan, mengikuti harga pasar mobil bekas secara umum yang cenderung stabil.
(Saepul)











