Menperin Siapkan Insentif Otomotif 2026, Punya Persamaan dengan Era Covid-19

mobil baru giias 2024
(Dok.Kia)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengajukan skema insentif baru bagi industri otomotif untuk tahun 2026. Proposal itu diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai bagian dari paket kebijakan fiskal tahun depan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan,  bahwa langkah ini guna bisa mengakselerasi pemulihan dan memperkuat fondasi industri otomotif nasional. Ia menilai, sektor ini sedang menghadapi tekanan dari menurunnya daya beli domestik serta dinamika pasar global, sehingga memerlukan perhatian khusus.

“Kami di Kemenperin melihat sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan. Multiplier effect yang tinggi, baik keterkaitan ke depan dan belakang (backward dan forward linkage) subsektor terhadap sektor lain dalam ekonomi nasional, dan di dalamnya ada penyerapan tenaga kerja yang tinggi pula maka kita mengambil keputusan mengusulkan insentif bagi sektor ini. Hampir mirip dengan insentif otomotif pada saat Covid-19 dulu,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (15/11/2025)

BACA JUGA:

Menperin Siapkan Insentif Baru untuk Sektor Otomotif pada 2026

Bujuk Menperin pada Xiaomi Rakit Mobil Listrik di Indonesia, Tercapai Kesepakatan?

Agus menuturkan, pihaknya sedang  menyusun rancangan insentif yang lebih tepat sasaran, tidak hanya untuk memacu permintaan, tetapi juga menjaga tingkat utilisasi produksi dan melindungi investasi industri. Usulan ini nantinya akan dibahas bersama dan diajukan secara formal melalui Menko Perekonomian.

“Kemenperin sekarang dalam proses merumuskan usulan yang akan diajukan pemerintah, dalam hal ini Menko Ekon. Kami sedang menggodok kebijakan insentif dan stimulus untuk sektor otomotif yang akan kami ajukan untuk kebijakan fiskal 2026,” jelas Agus.

Fokus utama dari insentif tersebut ialah menjaga keberlangsungan tenaga kerja di sektor otomotif serta membuka peluang lapangan kerja baru. Langkah ini diyakini penting agar industri tetap berkelanjutan.

“Harapan kami, sektor otomotif mendapat perhatian khusus, sehingga ada perlindungan terhadap tenaga kerja yang sudah ada dan menciptakan lapangan kerja baru. Paling tidak, melalui kebijakan fiskal 2026, sektor otomotif bisa tumbuh jauh lebih cepat, berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan manufaktur dan pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuhnya.

Kemenperin mencatat bahwa industri otomotif merupakan salah satu sektor unggulan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB manufaktur, ekspor, serta penyerapan tenaga kerja.

Total investasi yang masuk ke sektor ini diperkirakan telah mencapai Rp174 triliun, dengan penyerapan hampir 100 ribu tenaga kerja langsung pada industri kendaraan roda empat, roda dua, dan roda tiga.

Selain itu, jutaan tenaga kerja lainnya turut terlibat dalam rantai pasok otomotif, mulai dari pemasok suku cadang, distribusi logistik, hingga jaringan penjualan dan bengkel—baik resmi maupun non-resmi. Karena itu, ketika industri otomotif terdampak, pengaruhnya akan menjalar ke banyak sektor lain.

Perancangan insentif 2026 juga mempertimbangkan transisi kebijakan yang sedang berjalan, khususnya terkait kendaraan rendah emisi dan elektrifikasi. Saat ini, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk kendaraan listrik berbasis baterai serta sebagian unit bus masih berlaku hingga 2025.

Agus menambahkan bahwa usulan insentif terbaru akan tetap sinkron dengan agenda pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Termasuk rencana melanjutkan dan menyempurnakan program insentif pembelian motor listrik yang sebelumnya telah diluncurkan pemerintah.

Kemenperin terus mengintensifkan dialog dengan pelaku industri, asosiasi, serta pemangku kepentingan lain untuk mematangkan desain insentif tersebut.

Agus menegaskan komitmen Kemenperin dalam menjaga daya saing industri otomotif dalam negeri.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemenko Ekon, Kementerian Keuangan, serta asosiasi seperti GAIKINDO dan pelaku industri lainnya. Tujuan akhirnya jelas: menjaga daya saing, memperkuat ekosistem rantai pasok produksi otomotif di dalam negeri, serta memastikan industri otomotif tetap menjadi motor pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja,” pungkasnya.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter UCL 2025/2026
Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pertandingan leg kedua babak 16 besar UEFA Champions League akan mempertemukan...

2

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian...

4

Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dua nama besar di dunia hiburan, Titi DJ dan Thomas Djorghi, resmi...

5

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...