Tilang Drone Polri Tuai Catatan Kritis, Pakar Ungkap Masalah Teknisnya

tilang drone
Penerapan tilang elektronik via drone ETLE Polri disorot pakar drone terkait akurasi, biaya operasional, dan aspek keselamatan di jalan raya. (TikTok/seputarjaksel)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Penerapan tilang elektronik berbasis drone kamera nirawak atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile oleh Korlantas Polri menuai sejumlah catatan kritis.

Teknologi berbasis drone ini dinilai memiliki tantangan teknis dan operasional yang tidak sederhana, khususnya terkait akurasi penindakan dan aspek keselamatan di ruang publik.

Akurasi Kamera Jadi Tantangan Utama

Pakar drone Indonesia, Arya Dega, menilai penggunaan drone untuk penindakan hukum lalu lintas memiliki kompleksitas jauh lebih tinggi dibandingkan kamera statis yang terpasang permanen.

Menurutnya, untuk dapat mengidentifikasi pelat nomor kendaraan dan jenis pelanggaran dari udara secara presisi, dibutuhkan sensor kamera beresolusi tinggi dengan sistem stabilisasi yang sangat andal.

“Kamera harus tetap stabil atau mampu mengikuti pergerakan pelanggar demi mendapatkan bukti visual yang valid, sebelum kemudian kembali ke posisi siaga,” ujar Arya melansir Berita Satu, Sabtu (17/1/2026).

Ia mengingatkan bahwa ketidakakuratan visual berpotensi menimbulkan galat identifikasi yang dapat berujung pada kesalahan tilang.

Risiko Keselamatan di Atas Jalan Raya

Selain persoalan teknis kamera, Arya menyoroti aspek keselamatan operasional drone di atas jalan raya yang padat lalu lintas. Risiko kegagalan fungsi di udara dinilai perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, durasi terbang drone sangat bergantung pada daya tahan baterai, yang relatif terbatas. Di sisi lain, operasional drone penegakan hukum juga membutuhkan pilot dengan sertifikasi dan kemampuan manuver khusus.

“Ini menjadikannya jauh lebih mahal secara operasional dibandingkan kamera darat permanen,” ujarnya.

Baca Juga:

Tuntut Penegasan Larangan Merokok saat Berkendara, Warga Gugat UU LLAJ ke MK 

Bansos Januari 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Cek Penerima

Dinilai Kurang Efisien untuk Penindakan Rutin

Arya menilai pemanfaatan drone untuk penindakan hukum yang bersifat repetitif kurang efisien jika dibandingkan dengan sistem ETLE statis yang telah teruji.

Sebaliknya, ia menilai penggunaan pesawat nirawak di lingkungan Polri akan lebih optimal bila difokuskan pada pemantauan kepadatan lalu lintas, pengawasan wilayah, serta misi penyelamatan dan tanggap darurat.

Lebih Tepat untuk Pemantauan dan SAR

Untuk fungsi tersebut, Arya menyebut drone yang digunakan seharusnya memiliki spesifikasi lebih tinggi, seperti ketahanan cuaca, dukungan mode search and rescue (SAR), serta sensor panas (thermal).

“Efisiensinya bukan pada penindakan hukum yang repetitif, melainkan pada pemantauan makro dan tanggap darurat,” pungkasnya.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...

2

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

3

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

4

Pria gangguan kejiwaan gantung diri
–=DP[AOJ)(55)—dPD [45]

5

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...