BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sejak kemarin, tren editan foto dengan gaya khas Studio Ghibli sedang heboh di media sosial. Studio animasi legendaris asal Jepang ini memang dikenal dengan palet warna pastel yang lembut, nuansa hangat, serta sentuhan magis yang selalu memikat para penggemarnya.
Namun, belakangan ini fitur terbaru dari OpenAI yang memungkinkan siapa saja mengubah foto menjadi ilustrasi dengan gaya ala Studio Ghibli yang mendadak viral dan menuai kontroversi.
Studio Ghibli pun tidak tinggal diam terhadap tren ini. Mereka merasa tidak senang dengan maraknya penggunaan AI untuk meniru gaya seni mereka, dan ternyata bukan hanya Studio Ghibli yang menunjukkan ketidakpuasan.
Sutradara One Piece Ikut Mengecam Penggunaan AI

Sutradara hingga animator dari serial anime One Piece juga mengecam adanya tren AI Ghibli tersebut, termasuk Megumi Ishitani, yang kini semakin dikenal luas di kalangan penggemar One Piece. Sebagai seorang sutradara berbakat, Ishitani telah menciptakan beberapa episode ikonik dari serial ini, termasuk episode 1015 yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik sepanjang sejarah One Piece.
“Kau telah mencoreng nama baik Ghibli… Aku tidak akan pernah memaafkanmu…,” tulisnya melalui akun media sosial @ishigyunyu.
Megumi Ishitani juga menyerukan tren seni AI Studio Ghibli untuk dibawa ke jalur hukum terhadap penggunaan seni Miyazaki yang “tidak sah”.
“Saya ingin tindakan hukum diambil… Saya tidak tahan melihat Ghibli diperlakukan dengan sangat murahan,” sambungnya.
Animator legendaris Henry Thurlow, yang terlibat dalam proyek animasi seperti One Piece, Naruto, Castlevania, Pokemon, dan JoJo’s Bizarre Adventures, juga angkat bicara dan mengecamnya.
“Saya gak yakin apa yang sebenarnya dipikirkan orang-orang yang membuat gambar AI Ghibli ini, selain menyinggung dan membuat marah seniman aslinya. Maksud saya, kamu gak dapat dan gak pernah membuat film yang menguntungkan dengan hal-hal seperti ini. Ini sama saja trolling,” tegasnya lewat akun media sosialnya, seperti dilansir dari Comicbook, Sabtu (29/3/2025).
Henry Thurlow, yang telah lama berkarier di industri animasi sejak awal 2000-an, kembali menyuarakan kritikan tajamnya.
“Jika kamu gak punya waktu buat mendedikasikan diri untuk jadi chef hebat, kamu gak pantas dapat bintang Michelin. Jika kamu gak punya waktu buat mendedikasikan diri untuk berakting, kamu gak pantas mendapatkan Oscar. Dan jika kamu gak punya waktu buat mendedikasikan diri untuk animasi atau dunia seni, maka menjauhlah dari industri ini,” ucapnya lagi.
BACA JUGA:
One Piece 1145 Siap Rilis 6 April, Cek Spoilernya!
Review One Piece Chapter 1144, Misteri Teknologi Kuno dan Pertempuran Elbaf
Hayao Miyazaki: AI Adalah Penghinaan terhadap Seni
Sikap kritis terhadap AI dalam seni juga pernah disampaikan oleh Hayao Miyazaki dalam sebuah wawancara tahun 2019. Ia secara terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya terhadap teknologi AI.
“Siapa pun yang menciptakan hal-hal ini sama sekali tidak tahu apa itu rasa sakit. Saya benar-benar muak. Saya tidak akan pernah ingin memasukkan teknologi ini ke dalam karya saya sama sekali. Saya sangat merasa bahwa ini merupakan penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri,” tegasnya.
Tren AI yang meniru gaya seni Studio Ghibli memang menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak pengguna internet. Akan tetapi, perdebatan mengenai dampaknya terhadap industri kreatif sampai saat ini masih terus berlanjut. Para seniman berharap agar dunia seni tetap menghargai kreativitas dan usaha manusia dalam menciptakan karya yang orisinal dan penuh makna.
(Haqi/Aak)