Scientific Crime Investigation Itu Apa? Digunakan di Kasus Kematian Diplomat Muda Kemlu

scientific crime investigation
(kolase)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Polda Metro Jaya mengaku bakal menggunakan metode investigasi kriminal berbasis saintifik (scientific crime investigation) dalam kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP) di kamar kos, Menteng, Jakarta.

Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium.

“Sesuai dengan yang disampaikan oleh Bapak Kapolda, ini akan diungkap secara scientific investigation,” kata Reonald, Senin (14/7/2025).

Scientific crime investigation merupakan metode investigasi untuk mengungkap suatu kejahatan dengan memanfaatkan teknis dan teknologi ilmiah. Caranya dilakukan mulai dari mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpulkan suatu barang bukti.

Beberapa komponennya mulai dari digital forensik, kriminal forensik, balistik forensik, toksiologi forensik, hingga rekonstruksi tempat kejadian perkara (TKP).

Metode yang sama pernah dilakukan polisi dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir hingga kasus Brigadir Josua oleh atasannya Ferdy Sambo yang kala itu Kadiv Propam Polri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan pihaknya juga akan melibatkan psikologi forensik dalam kasus kematian ADP (39). Namun, belum dijelaskan secara rinci ihwal pelibatan psikologi forensik dalam perkara tersebut.

“Iya untuk mendalami profile-nya,” ucap dia.

Sejauh ini, pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban. Selain itu, barang milik korban juga tidak ada yang hilang.

Baca Juga:

Pria Kemeja Putih Mondar-Mandir di Depan Kamar Kos Diplomat Kemlu, Netizen: Karena Curiga di Dalam?

Aktivitas Diplomat Kemlu Terekam sebelum Tewas Mengenaskan di Kamar Kost

Berdasarkan olah TKP, polisi menemukan sidik jari korban pada lakban yang menutup wajahnya. Namun, polisi belum menemukan indikasi pembunuhan.

Namun, kepastian terkait penyebab kematian korban masih menunggu hasil autopsi, termasuk hasil pemeriksaan histopatologi, toksikologi hingga patologi.

Kini, penyelidikan kasus tersebut ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengatakan kesimpulan terkait penyebab kematian korban akan rampung dalam satu pekan.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City