DLH Bandung Tegaskan Insinerator Aman, Klaim Emisi Jauh di Bawah Batas Nasional

Kepala DLH Kota Bandung, Darto. (Foto: (Kyy /TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, menegaskan penggunaan insinerator sebagai teknologi pengelolaan sampah modern aman bagi lingkungan.

Menurutnya, alat ini sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta terbukti menghasilkan emisi jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan pemerintah.

“Insinerator memang menghasilkan emisi, tapi sama halnya dengan kendaraan bermotor. Bedanya, insinerator diawasi ketat dan diuji rutin. Selama sesuai aturan, penggunaannya tetap aman,” kata Darto, Sabtu, (27/9/2025).

Darto menjelaskan, insinerator bekerja dengan teknologi thermal yang banyak digunakan di negara maju, dengan suhu pembakaran 800–1.200 derajat Celsius.

Baca Juga:

Kolaborasi Dispora dan DLH Kota Bandung Menuju Bandung Bebas Sampah

Suhu tinggi itu membuat hasil pembakaran lebih bersih dibanding praktik membakar sampah secara langsung yang masih dilakukan sebagian warga.

“Kalau sampah hanya dibakar biasa, gas buangnya lebih beracun dan tak terkendali. Dengan insinerator, emisi bisa ditekan sesuai standar,” ucapnya.

Darto juga menyebut, Peraturan Nomor 70 Tahun 2018 mewajibkan pemantauan delapan hingga sembilan jenis gas buang, termasuk CO, CO₂, dan SO₂. Hasil pemantauan DLH Bandung menunjukkan seluruh kadar emisi masih jauh di bawah batas nasional. Selain aspek emisi, keamanan alat juga dijamin lewat sertifikasi.

“Insinerator yang beroperasi berkelanjutan wajib punya sertifikat uji emisi dari laboratorium resmi dan memenuhi SNI, mulai dari desain, material, hingga teknik produksi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Dengan volume sampah Bandung yang terus meningkat, Darto menilai insinerator dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Ini bukan sekadar mengurangi sampah, tapi juga menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

(Kyy/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Raih WTP ke-10, KDS Minta Kinerja dan Pelayanan Terus Ditingkatkan
Raih WTP ke-10, KDS Minta Kinerja dan Pelayanan Terus Ditingkatkan
DJP
DJP Dukung UMKM Naik Kelas via PP Nomor 20 Tahun 2026
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Spanyol
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Berita Lainnya

1

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Jembatan Cirahong, Satu-satunya Jembatan Susun di Indonesia

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik