BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pabrik PT Tirta Investama Subang, produsen air mineral merek Aqua, pada Senin (20/10/2025).
Langkah ini diambil setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerima laporan masyarakat terkait dugaan eksploitasi sumber air tanah secara berlebihan oleh perusahaan tersebut.
Didampingi pejabat Dinas Lingkungan Hidup dan aparat desa setempat, KDM meninjau langsung lokasi pengambilan air di kawasan pabrik.
Dari hasil peninjauan, ditemukan bahwa sumber air untuk produksi Aqua berasal dari lapisan air tanah dalam yang diambil menggunakan pompa bertekanan tinggi, bukan dari mata air permukaan.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius Gubernur KDM. Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, pemanfaatan air bawah tanah harus dilakukan secara bijak agar tidak mengganggu ekosistem serta ketersediaan air bagi masyarakat sekitar.
“Pemerintah tidak menolak investasi, namun setiap perusahaan wajib memperhatikan izin pengambilan air, pelestarian lingkungan, dan tanggung jawab sosial kepada warga masyarakat sekitar,” tegas Gubernur, mengutip pikiran rakyat, Kamis (23/10/2025).
KDM menegaskan agar pihak perusahaan bersikap transparan dengan membuka data volume pengambilan air dan hasil produksi setiap bulan. Langkah ini, menurutnya, penting untuk memastikan pengawasan Pemerintah Provinsi berjalan lebih akurat dan berbasis data.
Hasil sidak tersebut sekaligus memperkuat keluhan warga sekitar yang selama ini mengaku mengalami penurunan debit air sumur, bahkan kekeringan saat musim kemarau.
Warga menduga penggunaan air oleh perusahaan telah melampaui batas wajar dan berharap kunjungan Gubernur dapat menghasilkan solusi nyata.
Menanggapi aduan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berkomitmen mengambil langkah tegas.
Dalam waktu dekat, rapat koordinasi bersama dinas terkait akan digelar untuk meninjau ulang izin pengambilan air tanah di kawasan industri, terutama di wilayah Subang, Purwakarta, dan Sukabumi yang dikenal memiliki cadangan air bawah tanah cukup besar.
“Audit lingkungan dan izin penggunaan air tanah akan dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah penyalahgunaan sumber daya alam hanya demi kepentingan bisnis semata,” kata KDM.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Tantang Purbaya Buka Data Soal Dana Jabar Mengendap Rp4.1 T
Program Dedi Mulyadi Donasi Rp1.000 Diminta Dicabut, Masyarakat Butuh Difasilitasi
Pemprov juga mendorong penerapan teknologi pengelolaan air yang berkelanjutan serta pelaksanaan program reboisasi di kawasan resapan untuk menjaga ketersediaan air dalam jangka panjang.
Inspeksi mendadak yang dilakukan Gubernur Jawa Barat ini menjadi pengingat bagi seluruh perusahaan air mineral di wilayah tersebut agar lebih bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya alam dan memastikan kegiatan operasionalnya tidak merugikan lingkungan maupun masyarakat sekitar.
(Vini Virdiyanti/_Usk)










