Sejarah dan Filosofi Adat Desa Penglipuran yang Jadi Magnet di Bali

Desa Penglipuran Bali
Desa Penglipuran Bali. (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID —Bali, salah satu wilayah yang sering dikunjungi wisatawan. Salah satu dari sembilan desa adat yang ada di Bali, yaitu Desa Penglipuran menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain menikmati keindahan alamnya, para pengunjung juga memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar tentang sejarah dan budaya khas desa tersebut.

Sejarah Desa Penglipuran

Berdasarkan informasi dari disparbud.banglikab.go.id, Desa Penglipuran sudah ada sejak zaman Kerajaan Bangli, sekitar 700 tahun lalu.

Leluhur masyarakat desa ini berasal dari Desa Bayung Gede dan menetap hingga kini. Nama “Penglipuran” dari kata pengeling pura, yang berarti tempat suci untuk mengenang leluhur.

Konon, desa ini merupakan hadiah dari Raja Bangli kepada masyarakat yang berjasa dalam peperangan melawan Kerajaan Gianyar.

Masyarakat Desa Penglipuran menjaga tradisi turun-temurun dengan menerapkan hukum adat yang disebut awig-awig. Keunikan desa ini juga terletak pada keberhasilannya mempertahankan adat istiadat dan kearifan lokal yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

Implementasi Tri Hita Karana di Desa Penglipuran

1. Parhyangan

Menekankan hubungan manusia dengan Tuhan melalui pengaturan hari suci, tempat ibadah, dan kegiatan keagamaan lainnya.

2. Pawongan

Mengutamakan keharmonisan antarwarga desa dan masyarakat luar.

3. Palemahan

Mengajarkan masyarakat untuk merawat dan mencintai alam. Hal ini terlihat dari lingkungan desa yang terjaga rapi dan alami.

Desa Penglipuran menjadi contoh nyata penerapan filosofi ini, di mana keindahan tata ruang dan harmoni alam dengan kehidupan manusia menyatu secara estetis.

Daya Tarik Desa Penglipuran

1. Predikat Desa Terbersih di Dunia

Desa Penglipuran dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Berbagai penghargaan bergengsi, seperti Kalpataru dan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA), serta pengakuan dari Green Destinations Foundation menempatkannya dalam daftar Sustainable Destinations Top 100.

2. Tata Ruang Berkonsep Tri Mandala

Desa ini memiliki tata ruang unik yang terbagi menjadi tiga zona:

  • Utama Mandala: Wilayah suci untuk peribadatan.
  • Madya Mandala: Area pemukiman warga.
  • Nista Mandala: Tempat pemakaman.

3. Hutan Bambu yang Luas

Dari total luas 112 hektar, 45 hektar wilayah desa berupa hutan bambu, menjadikannya salah satu daya tarik utama. Keberadaan hutan ini berfungsi sebagai paru-paru desa sekaligus sumber ekonomi bagi warga.

4. Budaya dan Tradisi Adat

Ritual seperti Ngusaba dan festival tahunan Penglipuran Village Festival menjadi daya tarik yang mengundang wisatawan untuk menyaksikan kekayaan budaya lokal.

5. Kuliner Khas

Jangan lewatkan mencicipi loloh cemcem, minuman herbal segar dari daun cemcem, dan tipat cantok, hidangan ketupat dengan sayuran dan bumbu kacang yang menggugah selera.

Lokasi dan Pesan untuk Pengunjung

Desa Penglipuran terletak di Jl. Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Ketika berkunjung, wisatawan diharapkan menghormati tradisi lokal dan mematuhi aturan adat yang berlaku.

BACA JUGA: Mengenal Desa Panglipuran Bali, 1 dari 3 Desa Terbersih di Dunia

Desa Penglipuran yang ada di Bali bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga pelajaran tentang harmoni hidup yang berakar pada nilai-nilai luhur.

 

(Virdiya/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Haul Akbar Pesantren Cipasung
Ribuan Alumni Siap Hadiri Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Cipasung
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Gensinimpact
Genshin Impact Account: Faktor yang Membentuk Akun Kuat di Era Modern Teyvat
Euro 2024
Prediksi Skor Belgia vs Tunisia, Setan Merah Incar Modal Positif Jelang Piala Dunia
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Berita Lainnya

1

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara