BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID —Bali, salah satu wilayah yang sering dikunjungi wisatawan. Salah satu dari sembilan desa adat yang ada di Bali, yaitu Desa Penglipuran menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain menikmati keindahan alamnya, para pengunjung juga memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar tentang sejarah dan budaya khas desa tersebut.
Sejarah Desa Penglipuran
Berdasarkan informasi dari disparbud.banglikab.go.id, Desa Penglipuran sudah ada sejak zaman Kerajaan Bangli, sekitar 700 tahun lalu.
Leluhur masyarakat desa ini berasal dari Desa Bayung Gede dan menetap hingga kini. Nama “Penglipuran” dari kata pengeling pura, yang berarti tempat suci untuk mengenang leluhur.
Konon, desa ini merupakan hadiah dari Raja Bangli kepada masyarakat yang berjasa dalam peperangan melawan Kerajaan Gianyar.
Masyarakat Desa Penglipuran menjaga tradisi turun-temurun dengan menerapkan hukum adat yang disebut awig-awig. Keunikan desa ini juga terletak pada keberhasilannya mempertahankan adat istiadat dan kearifan lokal yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.
Implementasi Tri Hita Karana di Desa Penglipuran
1. Parhyangan
Menekankan hubungan manusia dengan Tuhan melalui pengaturan hari suci, tempat ibadah, dan kegiatan keagamaan lainnya.
2. Pawongan
Mengutamakan keharmonisan antarwarga desa dan masyarakat luar.
3. Palemahan
Mengajarkan masyarakat untuk merawat dan mencintai alam. Hal ini terlihat dari lingkungan desa yang terjaga rapi dan alami.
Desa Penglipuran menjadi contoh nyata penerapan filosofi ini, di mana keindahan tata ruang dan harmoni alam dengan kehidupan manusia menyatu secara estetis.
Daya Tarik Desa Penglipuran
1. Predikat Desa Terbersih di Dunia
Desa Penglipuran dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Berbagai penghargaan bergengsi, seperti Kalpataru dan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA), serta pengakuan dari Green Destinations Foundation menempatkannya dalam daftar Sustainable Destinations Top 100.
2. Tata Ruang Berkonsep Tri Mandala
Desa ini memiliki tata ruang unik yang terbagi menjadi tiga zona:
- Utama Mandala: Wilayah suci untuk peribadatan.
- Madya Mandala: Area pemukiman warga.
- Nista Mandala: Tempat pemakaman.
3. Hutan Bambu yang Luas
Dari total luas 112 hektar, 45 hektar wilayah desa berupa hutan bambu, menjadikannya salah satu daya tarik utama. Keberadaan hutan ini berfungsi sebagai paru-paru desa sekaligus sumber ekonomi bagi warga.
4. Budaya dan Tradisi Adat
Ritual seperti Ngusaba dan festival tahunan Penglipuran Village Festival menjadi daya tarik yang mengundang wisatawan untuk menyaksikan kekayaan budaya lokal.
5. Kuliner Khas
Jangan lewatkan mencicipi loloh cemcem, minuman herbal segar dari daun cemcem, dan tipat cantok, hidangan ketupat dengan sayuran dan bumbu kacang yang menggugah selera.
Lokasi dan Pesan untuk Pengunjung
Desa Penglipuran terletak di Jl. Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Ketika berkunjung, wisatawan diharapkan menghormati tradisi lokal dan mematuhi aturan adat yang berlaku.
BACA JUGA: Mengenal Desa Panglipuran Bali, 1 dari 3 Desa Terbersih di Dunia
Desa Penglipuran yang ada di Bali bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga pelajaran tentang harmoni hidup yang berakar pada nilai-nilai luhur.
(Virdiya/Budis)