Ritual Nyuguh di Kampung Adat Kuta Ciamis

Kampung Adat Kuta Ciamis
Ritual Nyuguh di Kampung Adat Kuta Ciamis (dok.ciamiskab)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Warga Kampung Adat Kuta di Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali menggelar ritual tahunan Nyuguh. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah serta kehidupan yang aman dan tenteram.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis, Dian Budiana, menjelaskan bahwa ritual Nyuguh menjadi momen penting bagi masyarakat adat untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus menjaga kearifan lokal.

“Kegiatan Nyuguh ini merupakan ungkapan rasa syukur warga Kampung Adat Kuta,” kata Dian Budiana mengutip dari fokusjabar pada Senin (25/8/2025).

Baca Juga:

Miris Kasus Penjualan Anak, Agung Yansusan Ingatkan Pentingnya Peran Aparat Desa hingga RT

28 Desa Tertinggal di Banten, Dana Diawasi Ketat

Pementasan Seni Warnai Ritual Nyuguh di Kampung Adat Kuta Ciamis

Dalam pelaksanaannya, masyarakat menggantung ketupat di lokasi ritual sebagai simbol keselamatan sekaligus penolak bala.

“Di lokasi Nyuguh, digantung ketupat untuk menolak bala dan sebagai simbol keselamatan,” ungkap Dian.

Selain doa bersama, ritual Nyuguh juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni tradisional seperti gondang buhun, gembyung, dan ronggeng tayub. Puncak acara berlangsung di tepi Sungai Cijolang, di mana masyarakat berkumpul untuk berdoa bersama.

“Setelah doa selesai dibacakan, masyarakat bersama-sama membuka makanan yang dibawa dari rumah masing-masing untuk dimakan,” jelas Dian.

Bagi warga Kampung Kuta, ritual ini memiliki makna yang mendalam. Selain bentuk syukur, Nyuguh juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan melestarikan warisan budaya leluhur.

Camat Tambaksari, Osef Hernandi, menegaskan pentingnya menjaga tradisi Nyuguh di tengah gempuran budaya asing.

“Kegiatan ini harus tetap dilestarikan agar generasi muda kita tidak terpengaruh budaya luar yang bisa merusak budaya kita,” ujarnya.

(Hafidah Rismayanti/Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025