Rieke Diah Pitaloka Sesalkan Penjarahan Rumah Uya Kuya dan Eko Patrio: “Itu Tidak Bisa Dibbenarkan”

Rieke Diah Pitaloka
Rieke Diah Pitaloka (Youtube CURHAT BANG Denny Sumargo)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Artis sekaligus anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menyinggung soal kasus penjarahan yang menimpa dua rekannya sesama anggota dewan, Uya Kuya dan Eko Patrio.

Hal itu ia sampaikan saat hadir sebagai bintang tamu di podcast Curhat Bang Denny Sumargo yang tayang pada Jumat (5/9/2025).

Dalam perbincangan tersebut, Rieke menegaskan bahwa wakil rakyat harus memiliki hati untuk rakyat serta tanggung jawab bukan hanya pada publik, tetapi juga kepada Tuhan. Ia menilai, aksi penjarahan tidak bisa dibenarkan karena tidak mencerminkan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Jangan di satu sisi selalu menggembar-gemborkan negara ini berketuhanan yang Maha Esa, tapi di sisi lain kita menormalisasi, mewajarkan tindakan-tindakan yang sebenarnya itu tidak menggambarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,” kata Rieke.

“Termasuk kemudian kita menganggap hal yang wajar atas terjadinya kekerasan bukan hanya oleh penyelenggara negara, tetapi juga penjarahan misalnya, itu tetap tidak bisa dibenarkan begitu,” tambahnya.

Soroti Kasus Uya Kuya

Rieke menyinggung kasus penjarahan rumah Uya Kuya yang sempat ramai dibicarakan. Ia mengakui gestur komunikasi Uya Kuya memang perlu dikritisi, namun hal itu tetap tidak bisa dijadikan alasan pembenaran penjarahan.

“Jangan sampai orang yang terindikasi bermain anggaran aman misalnya dengan segala bahwa ada salah gestur atau komunikasi oleh teman kita Mas Uya ya. Tapi kemudian terjadi penjarahan dan dianggap itu suatu yang wajar. Dia baru 10 bulan loh di DPR dan rumah itu bukan hasil dari DPR,” tegas Rieke.

Lebih jauh, pemeran Oneng dalam sitkom Bajaj Bajuri ini mengaku kehilangan sosok Uya Kuya yang kini tengah dinonaktifkan keanggotaannya di DPR.

Ia menilai Uya adalah mitra kerjanya di Komisi IX yang banyak berkontribusi dalam mengadvokasi kasus-kasus perdagangan orang dan isu kesehatan.

Bela Kinerja Eko Patrio

Selain Uya Kuya, Rieke juga menyinggung Eko Patrio yang kini statusnya turut dinonaktifkan. Menurutnya, meski ucapan dan gestur Eko perlu diperbaiki, ia mengenalnya sebagai sosok yang tulus.

“Mas Eko tentu saja interaksi kami sering karena saya anggota, Mas Eko wakil ketua sekarang dan lama kita di Komisi 6. Mas Eko itu tulus orangnya, memang konyol ya. Bukan untuk pembelaan, tentu gestur harus diperbaiki, cara komunikasi diperbaiki,” ungkapnya.

Rieke bercerita bagaimana Eko membantu perjuangan hak ganti rugi tanah milik komedian Mat Solar alias Bang Juri, serta beberapa kasus besar lain seperti mafia pangan, mafia timah, hingga perkara di Pertamina.

“Mas Eko tidak pernah membatasi kami bicara dalam persidangan, dia memberikan ruang begitu,” jelasnya.

Baca Juga:

Rieke Soal Kematian Diplomat RI Zetro: Anggaran Perlindungan Minim

Usai Amarah Massa Meluap, Rieke Wanti-wanti Perkataan DPR Tak Singgung Publik

Ingatkan Jangan Pukul Rata

Rieke Diah Pitaloka mengingatkan publik agar tidak serta-merta menggeneralisasi kasus ini. Menurutnya, ada banyak persoalan korupsi besar lain yang justru tidak menimbulkan reaksi serupa.

“Ada plus minusnya. Saya kira tidak bisa kemudian kita pukul rata. Sementara ada kasus-kasus korupsi besar lainnya, orangnya juga, saya enggak nyuruh orang menjarah rumah dia juga misalnya,” ujar Rieke.

Di akhir perbincangan, Rieke menyampaikan duka cita atas korban meninggal dalam aksi demonstrasi dan mengapresiasi 17+8 Tuntutan Rakyat. Ia bahkan mengutip pidato Presiden Tiongkok, Xi Jinping, yang menyinggung tentang definisi bangsa besar.

“Presiden Xi Jinping bilang bangsa yang besar itu adalah bangsa yang tidak bisa diintimidasi pihak luar. Saya ingin menambahkan, bangsa yang besar juga tidak bisa mengintimidasi rakyatnya sendiri,” ucap Rieke yang langsung diamini Denny Sumargo.

(Hafidah Rismayanti/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026