Penerima Bansos Dicoret dan Diganti, Ini Penjelasan Gus Ipul

bansos januari 2026. Penerima bansos dicoret
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

Pemerintah menegaskan bahwa data penerima bantuan sosial (bansos) bersifat dinamis dan diperbarui secara berkala. Karena itu, nama penerima bansos bisa berubah setiap tiga bulan sekali sesuai hasil pemutakhiran terbaru.

Penjelasan tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul saat berbicara kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, perubahan data dilakukan agar penyaluran bantuan sosial tetap tepat sasaran dan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Kenapa Data Penerima Bansos Selalu Berubah?

Gus Ipul menjelaskan, banyak faktor yang membuat data bansos harus terus diperbarui. Salah satunya adalah perubahan kondisi demografis masyarakat yang terjadi setiap waktu.

“Kenapa selalu berubah? Karena data itu dinamis. Ada yang meninggal, ada yang lahir, ada yang pindah tempat, ada yang menikah,” ujarnya.

Artinya, data penerima bansos tidak bisa bersifat tetap karena kondisi keluarga dan status kependudukan masyarakat terus bergerak.

Selain faktor kependudukan, perubahan data juga dipengaruhi kondisi ekonomi penerima. Sebagian warga yang sebelumnya menerima bantuan bisa saja dinilai sudah mampu, sehingga tidak lagi masuk kategori keluarga miskin atau rentan.

Jika kondisi ekonomi membaik, maka bantuan akan dialihkan kepada warga lain yang lebih layak menerima.

“Jadi tentu datanya menyesuaikan karena kondisi objektif di lapangan,” kata Gus Ipul.

Kebijakan ini dilakukan agar anggaran bansos benar-benar menyasar kelompok prioritas.

Gus Ipul menegaskan pencoretan nama dari daftar penerima tidak berarti jumlah bantuan dikurangi. Pemerintah tetap mempertahankan alokasi anggaran bansos secara keseluruhan.

Nama yang dihapus akan diganti dengan penerima baru yang memenuhi syarat.

“Kalau kita hapus, kita masukkan lagi kepada mereka yang lebih berhak. Jadi tidak dihilangkan, alokasinya tetap,” tegasnya.

Dengan kata lain, yang berubah adalah penerimanya, bukan komitmen pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial.

Nama Dicoret, Apakah Bantuan Dikurangi?

Gus Ipul menegaskan pencoretan nama dari daftar penerima tidak berarti jumlah bantuan dikurangi. Pemerintah tetap mempertahankan alokasi anggaran bansos secara keseluruhan.

Nama yang dihapus akan diganti dengan penerima baru yang memenuhi syarat.

“Kalau kita hapus, kita masukkan lagi kepada mereka yang lebih berhak. Jadi tidak dihilangkan, alokasinya tetap,” tegasnya.

Dengan kata lain, yang berubah adalah penerimanya, bukan komitmen pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial.

Pembaruan data bansos dilakukan secara terstruktur dari tingkat paling bawah hingga pusat. Proses ini melibatkan berbagai unsur agar hasil verifikasi lebih akurat.

Mulai dari pemerintah desa atau kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, hingga kementerian terkait ikut berperan dalam proses sinkronisasi data.

“Pemutakhiran itu setiap tiga bulan kita terima, karena penyaluran kita juga triwulanan,” ujar Gus Ipul.

Skema triwulanan ini menyesuaikan jadwal penyaluran bantuan agar data yang digunakan tetap relevan.

Pemutakhiran data menjadi langkah penting untuk menghindari berbagai masalah klasik dalam penyaluran bansos, seperti:

Bantuan salah sasaran
Data ganda
Penerima sudah meninggal masih terdaftar
Warga miskin belum masuk daftar
Perubahan alamat atau domisili penerima

Dengan pembaruan rutin, pemerintah berharap distribusi bansos lebih adil dan efisien.

Baca Juga:

Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia, Dunia Jurnalistik Berduka

Bagi masyarakat yang merasa layak menerima bantuan namun belum terdaftar, disarankan aktif melapor ke aparat desa, kelurahan, atau dinas sosial setempat agar data dapat diverifikasi.

Sementara bagi penerima lama yang namanya hilang dari daftar, penting untuk mengecek status terbaru karena perubahan bisa terjadi akibat hasil validasi lapangan.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Berita Lainnya

1

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
IMG-20260721-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Lantik Empat Organisasi Pelajar, Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah