PPATK Temukan Ribuan Penerima Bansos Tidak Tepat Sasaran

Bansos Tidak Tepat Sasaran
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana (Dok PPATK)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan sejumlah kejanggalan terkait data penerima bantuan sosial (bansos) yang disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Temuan ini mengindikasikan adanya penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran.

Hal ini terungkap usai PPATK melakukan analisis terhadap data penerima Bansos yang disalurkan oleh Kemensos selama semester I tahun 2025. Hasilnya, ditemukan adanya ribuan penerima bansos yang tidak tepat sasaran seperti terindikasi judi online hingga miliki profesi yang tidak berhak menerima bantuan.

Berikut sejumlah temuan penerima bantuan sosial (Bansos) tidak tepat sasaran yang diungkap PPATK:

1,7 Juta Orang Tidak terima bansos

Berdasarkan hasil analisis terhadap 10 juta rekening penerima bansos yang diberikan oleh Kementerian Sosial, PPATK mengungkap menemukan jutaan penerima ternyata tidak menerima bansos dari pemerintah.

Dari data tersebut sebanyak 8,3 juta penerima tervirifikasi telah menerima bantunan, sementara sebanyak 1,7 juta penerima bansos ternyata ditemukan tidak mendapatkan bansos.

Memiliki Saldo Diatas 50 Juta

PPATK menemukan kejanggalan dari segi jumlah saldo rekening penerima bansos. Ditemukan Sebanyak 56 rekening penerima bansos memiliki saldo rekening di atas Rp 50 juta, tetapi tetap menerima bantuan dari pemerintah.

Baca Juga:

PPATK Temukan Ribuan Pegawai BUMN hingga Dokter Masuk Daftar Penerima Bansos

Jabar Tertinggi Penerima Bansos Pemain Judol, Transaksi Tembus Rp199 M

Terlibat Judi Online

PPATK mengungkapkan sebanyak 78 ribu penerima bansos pada semester I 2025 terindikasi ‘aktif’ bermain judi online. Hal ini ditemukan setelah PPATK mencocokkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima bansos dengan data transaksi keuangan yang mencurigakan.

Sementara itu, PPATK menemukan sebanyak 132.557 penerima bansos terlibat judi online (Judol) dengan total nilai transaksi mencapai Rp542,5 miliar.

Jawa Barat menjadi provinsi dengan penerima bantuan sosial (bansos) terbanyak yang terindikasi bermain judol. PPATK mencatat sebanyak 49.431 penerima bansos di Jabar terlibat judol dengan transaksi mencapai Rp199 miliar.

Status Pekerjaan Tidak Wajar

PPATK melakukan penelusuran pada satu Bank penyalur dan mengidentifikasi ribuan rekening penerima bansos yang terdata ternyata memiliki pekerjaan yang tidak berhak mendapatkan bantuan.

Dari hasil penelusuran, ditemukan sebanyak 27.932 orang peneirima Bansos tercatat berprofesi sebagai pegawai BUMN. Selain pegawai BUMN, sebanyak 7.479 tercatat berprofesi sebagai dokter, dan lebih dari 6.000 orang berprofesi sebagai eksekutif atau manajerial.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan temuan temuan terkait penerima bansos ini sedang dalam proses verifikasi oleh Kementerian Sosial bersama PPATK dan otoritas terkait lainnya. Jika telah diverifikasi, rekening penerima bansos yang tidak sesuai ini akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Sosial.

Temuan ini menunjukkan bahwa masih ada penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran. Hal ini memperkuat urgensi agar pemerintah melakukan verifikasi dan pendataan yang lebih akurat untuk memastikan penyaluran bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak.

(Raidi/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City