JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Manajer Islam Makhachev, Ali Abdelaziz, melayangkan peringatan keras kepada Ilia Topuria hanya beberapa hari setelah keributan besar melibatkan tim Makhachev dan Dillon Danis pada gelaran UFC 322. Akibatnya, Dillon Danis pun dijatuhi pelarangan seumur hidup di UFC.
Abdelaziz menyebut, bahwa Topuria bisa mengalami nasib serupa seperti Dillon jika terus memprovokasi dan menyinggung kubu Makhachev di luar oktagon.
Pernyataan tajam tersebut muncul tak lama setelah insiden panas yang membuat Danis dihukum larangan permanen oleh Presiden UFC Dana White.
Teguran Abdelaziz ini langsung memanaskan kembali perseteruan panjang antara Makhachev dan Topuria yang sejak awal kerap bertukar sindiran.
Makhachev Baru Saja Rebut Sabuk Welterweight UFC
Dalam gelaran UFC 322 di New York, Islam Makhachev mencatat sejarah dengan menaklukkan Jack Della Maddalena dan merebut sabuk welterweight. Ia menjadi petarung terbaru yang menyandang status juara dua divisi. Dominasi lima ronde membuat posisi Makhachev semakin kokoh sebagai salah satu petarung terbaik saat ini.
Namun sebelum duel, tensi panas sudah muncul di tribun ketika beberapa anggota tim Makhachev terlibat bentrokan dengan Dillon Danis. Kejadian itu membuat Danis menjadi sasaran penganiayaan hingga berujung pada hukuman larangan seumur hidup.
Abdelaziz: Topuria Meniru McGregor, Tapi Bisa Bernasib Seperti Danis
Dalam podcast Believe You Me, Abdelaziz menyatakan bahwa Topuria terlalu sibuk memprovokasi tanpa melihat konsekuensi. Ia menuding petarung asal Georgia-Spanyol itu meniru gaya Conor McGregor, tetapi tidak menyadari risiko ketika harus berhadapan langsung dengan orang-orang yang ia hina.
“Orang pikir mereka bisa bicara bebas di internet, tapi suatu hari kamu bertemu orang yang kamu hina,” ujar Abdelaziz, dikutip Rabu (19/11/2025).
“Topuria berada di jalur berbahaya. Situasinya bisa sama seperti Dillon Danis,” tambahnya.
Abdelaziz juga mengkritik Topuria yang belum pernah mempertahankan sabuknya, namun bertindak seolah berada di level yang sama dengan Makhachev yang berhasil mempertahankan gelar empat kali sebelum naik kelas.
Topuria Balik Serang, Sebut Penampilan Makhachev “Boring”
Topuria menanggapi kemenangan Makhachev dengan menyebut performa sang juara sebagai “membosankan”. Komentar itu menambah daftar panjang perseteruan verbal di antara keduanya. Padahal Makhachev sendiri menyebut Kamaru Usman sebagai lawan yang ingin ia hadapi berikutnya, bukan Topuria.
Sementara itu, banyak pengamat menilai pernyataan Topuria hanya upaya untuk mendorong UFC membuat pertarungan super antar kedua petarung, meski secara ranking dan konteks duel tersebut belum menjadi prioritas.
Baca Juga:
Jadi Target Islam Makhachev di UFC 322, Kamaru Usman: Dia Hampir Tanpa Celah
Ricuh di UFC 322, Dillon Danis Resmi di-Banned Seumur Hidup oleh Dana White
Rivalitas Makin Memanas, Duel Besar Masih Tunggu Kepastian
Saat ini, Islam Makhachev berdiri sebagai juara dua divisi dan kembali menempati peringkat pertama pound-for-pound. Pilihan lawan yang masuk akal bagi sang juara berada di divisi welterweight, termasuk nama besar Kamaru Usman.
Topuria berada di situasi yang berbeda: ia masih berusaha membangun rekam jejak setelah naik kelas dan belum mempertahankan gelar. Namun perseteruannya dengan Makhachev tetap mengundang sorotan besar.
Dengan situasi memanas dan ancaman terselubung dari Abdelaziz, masa depan duel antara Makhachev vs Topuria makin menarik untuk ditunggu. Namun hingga ada kejelasan, tensi verbal dan dinamika di luar oktagon akan terus menjadi bagian dari drama kolosal UFC.
(Dist)









