JAKARTA, TEROPONGEMDIA.ID — Legenda UFC asal Dagestan, Khabib Nurmagomedov, kembali mencuri perhatian publik usai menyampaikan pesan penuh makna kepada sahabat sekaligus muridnya, Islam Makhachev, yang tengah bersiap menghadapi Jack Della Maddalena (JDM) dalam ajang UFC 322.
Laga bergengsi ini dijadwalkan berlangsung di Madison Square Garden, New York pada 16 November 2025, dan menjadi salah satu duel paling ditunggu di dunia mixed martial arts (MMA) tahun ini.
Dengan waktu kurang lebih satu bulan menuju pertarungan, kedua kubu tengah mematangkan strategi dan kondisi fisik. Bagi Makhachev, duel kontra JDM menjadi salah satu ujian paling berat dalam kariernya, terutama setelah dominasi panjang di kelas ringan.
Khabib: “Kami Hidup Bersama di Sasana”
Dalam unggahan yang beredar di media sosial, Khabib Nurmagomedov tampak mengenang perjalanan panjangnya bersama Makhachev. Ia menuturkan bahwa hubungan mereka bukan sekadar rekan latihan, tetapi sudah seperti saudara yang saling mendukung sejak awal karier.
“Hidup kami saling bersinggungan di sasana,” ujar Khabib, dikutip dari transkrip wawancara Bloody Elbow, dikutip Rabu (15/10/2025).
“Kami selalu saling menolong untuk menjadi lebih baik, lebih kuat lagi. Kini, kami berada di ambang sejarah baru soal sabuk kedua itu.”
Mantan juara dunia kelas ringan UFC itu menambahkan, bahwa mereka terus bekerja keras demi memastikan Makhachev tampil sempurna di New York.
“Masih tersisa 33 hari menuju duel bersejarah di Madison Square Garden. Kami siap untuk itu. Islam Makhachev sudah siap bertarung,” lanjut Khabib penuh keyakinan.
Ujian Berat bagi Makhachev
Duel melawan Jack Della Maddalena bukan pertarungan biasa. Petarung asal Australia itu dikenal memiliki gaya bertarung agresif dengan kombinasi pukulan keras dan serangan bawah mematikan.
JDM baru saja menorehkan prestasi besar setelah sukses merebut sabuk juara kelas welter UFC, menjadikannya salah satu petarung paling berbahaya saat ini. Rekornya juga mencerminkan kekuatan mematikan dari total 18 kemenangan profesional, 12 di antaranya diraih lewat KO.
Selain mematikan di atas kaki, JDM juga memiliki kemampuan grappling yang mumpuni. Ia memegang sabuk hitam Brazilian Jiu-jitsu, menjadikannya lawan komplet baik di bawah maupun atas.
Makhachev Siap Tantang Juara Baru
Islam Makhachev, yang saat ini dikenal sebagai salah satu petarung paling dominan di divisi ringan, tampak percaya diri menghadapi tantangan besar ini. Ia telah melalui masa latihan intensif bersama tim Dagestan di bawah bimbingan Khabib dan pelatih kepala Javier Mendez di American Kickboxing Academy (AKA).
Makhachev dikenal dengan kemampuan ground control dan teknik kuncian khas Dagestan yang kerap membuat lawan tak berkutik. Jika berhasil menaklukkan JDM, maka ia akan memperkuat statusnya sebagai petarung lintas divisi paling berbahaya di UFC saat ini.
Bagi publik MMA, duel ini bukan hanya soal pertarungan dua gaya berbeda — striker eksplosif versus grappler cerdas — tetapi juga tentang pertarungan kehormatan dua generasi juara.
Dukungan Penuh dari Dagestan
Pesan emosional Khabib bukan sekadar ucapan motivasi, melainkan juga simbol kedekatan dan warisan yang ia teruskan kepada Makhachev. Sejak pensiun tak terkalahkan dengan rekor 29-0, Khabib dikenal selalu mendampingi para petarung muda Dagestan dalam persiapan bertarung.
Dukungan penuh sang mentor diyakini menjadi salah satu faktor kunci di balik kepercayaan diri Makhachev jelang UFC 322.
“Kami tidak pernah berhenti bekerja keras. Setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik,” tutup Khabib.
Pertarungan Makhachev vs Jack Della Maddalena di UFC 322 diprediksi akan menjadi salah satu laga paling menarik tahun ini, mempertemukan dua petarung elit dengan karakter dan kekuatan berbeda.
(Dist)











