JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kamaru Usman buka suara usai namanya dipilih langsung oleh Islam Makhachev sebagai lawan pertama untuk mempertahankan gelar welterweight usai UFC 322.
Mantan juara yang mendapat julukan The Nigerian Nightmare itu hadir langsung di Madison Square Garden, New York, saat Makhachev menorehkan sejarah sebagai juara dua divisi usai mengalahkan Jack Della Maddalena.
Usman, yang belum bertarung sejak dominasi atas Joaquin Buckley pada Juni lalu, ternyata tak terkejut dirinya masuk radar sang juara baru.
Meski dalam empat laga terakhir mencatat rekor 1–3, posisi dan reputasi Usman di divisi welter tetap membuatnya menjadi kandidat kuat penantang nomor satu.
Usman Akui Gaya Bertarung Islam Tidak Punya celah
Setelah Makhachev menyebut bahwa Usman lebih kuat dibanding Michael Morales dan Carlos Prates, sang mantan juara menanggapi dengan cukup objektif. Menurutnya, kedua rising star itu tampil luar biasa di UFC 322, tetapi kelas welter masih memiliki figur-figur yang bisa mematahkan dominasi petarung muda.
“Morales dan Prates luar biasa, benar-benar hebat. Prates malah jadi salah satu welterweight favorit saya saat ini,” ujar Usman, melansir Bloody Elbows, Selasa (18/11/2025).
“Tapi kalau ada petarung seperti saya dan Islam di divisi ini, skenario seperti JDM (Jack Della Maddalena) itu bisa terjadi lagi kepada mereka,” tambahnya.
Kemudian, Usman pun memberikan pengakuan jujur mengenai kemampuan Makhachev.
“Ketika saya melihat sosok seperti Islam, saya hampir tidak melihat lubang dalam permainannya. Itu yang menakutkan,” kata dia.
“Saya terakhir merasakan hal seperti itu saat menghadapi Colby Covington,” ujarnya.
Pujian Usman mencerminkan betapa solidnya Makhachev saat ini yang komplet dalam striking, grappling, dan hampir tanpa celah dalam transisi.
Baca Juga:
Kemenangan Islam Makhachev Bikin Dana White Pusing, UFC Jadi Kehilangan Arah
Islam Makhachev Resmi Masuk Klub Juara Dua Divisi
Sebelumnya, Makhachev tampil sangat dominan saat melawan Jack Della Maddalena di UFC 322. Selama lima ronde ia mengendalikan Maddalena tanpa memberi ruang untuk serangan balik berarti.
Kemenangan mutlak ini membuat publik MMA menempatkan Makhachev sebagai salah satu petarung paling komplet di generasinya.
Kemenangan itu juga mempertegas statusnya sebagai juara dua divisi—lightweight dan welterweight—mengikuti jejak legenda seperti Conor McGregor, Daniel Cormier, dan Amanda Nunes.
Morales & Prates Bersinar, Tapi Belum Waktunya
Selain Makhachev, dua laga di divisi welter juga menarik perhatian:
Carlos Prates memukul KO Leon Edwards, mantan juara yang terkenal sangat sulit dijatuhkan.
Michael Morales menghentikan Sean Brady dengan kemenangan paling impresif dalam kariernya sejauh ini.
Namun, meski keduanya tampil mengesankan, peluang langsung mendapatkan titel sepertinya masih jauh. Pengalaman, posisi ranking, dan daya tarik big fight masih lebih mengarah pada Usman.
Makhachev pun secara terbuka menegaskan pilihannya untuk menghadapi Usman, bukan Prates atau Morales. Dengan reputasi yang dimiliki Usman dan statusnya sebagai mantan raja welter, duel ini terlihat sebagai langkah paling logis dari segi prestise maupun pemasaran.
(Dist)











