BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Paddy “The Baddy” Pimblett semakin dekat dengan perebutan sabuk juara UFC. Petarung asal Liverpool itu mengisyaratkan duel panas melawan Ilia Topuria, juara baru kelas ringan UFC, bisa menjadi pertarungan besar berikutnya.
Pimblett belum kembali ke Octagon sejak mengalahkan Michael Chandler di UFC 314 pada April lalu. Kemenangan itu mengerek peringkatnya ke posisi tujuh divisi lightweight dan memperpanjang rekor tak terkalahkannya di UFC menjadi tujuh kemenangan beruntun.
Sementara itu, Topuria baru saja mencetak sejarah. Petarung Spanyol kelahiran Georgia tersebut menaklukkan Charles Oliveira di UFC 317 pada Juni untuk merebut sabuk kelas ringan, gelar keduanya di bawah bendera Dana White setelah sebelumnya menjadi juara kelas bulu. Kemenangan ini membuat “El Matador” dinobatkan sebagai petarung nomor satu pound-for-pound UFC putra.
Dalam video di kanal YouTube-nya, Pimblett berbincang dengan pelatih sekaligus master judo Justin Flores mengenai masa depannya.
“Kita lihat saja nanti apa yang terjadi dengan sabuk juara dalam beberapa minggu ke depan. Kalau Ilia menang, aku rasa dialah lawan berikutnya. Kalau Charles menang, mungkin aku harus bertarung sekali lagi. Aku nggak peduli, aku mau sabuk itu sekitar setahun ke depan,” beber Pimblett.
Flores menyebut Pimblett sudah lebih dari siap untuk pertarungan gelar.
“Pertarungan melawan Topuria bukan hanya besar untuk Paddy, tapi juga menarik untuk UFC,” tegas Flores.
Rivalitas Pimblett dan Topuria sendiri sudah memanas sejak insiden di sebuah hotel London pada 2022. Ketegangan itu semakin terasa ketika Pimblett diundang ke Octagon setelah Topuria menghentikan Oliveira di UFC 317.
Baca Juga:
Paddy Pimblett Hancurkan Michael Chandler di UFC 314, Siap Tantang Islam Makhachev!
Dana White dan UFC melihat potensi besar duel ini. Pertarungan Pimblett vs Topuria disebut-sebut bisa terjual habis di Santiago Bernabéu, stadion berkapasitas 83.000 kursi di Madrid.
Bagi UFC, ini adalah laga blockbuster yang sulit dilewatkan: dua petarung tak terkalahkan, latar rivalitas sengit, dan taruhannya sabuk lightweight bergengsi.
Topuria sendiri melesat cepat sejak debut di UFC pada Oktober 2020. Ia mengalahkan Alexander Volkanovski untuk merebut sabuk kelas bulu di UFC 298 Februari 2024, lalu mempertahankannya dengan memberi Max Holloway kekalahan KO pertama dalam kariernya, sebelum naik ke lightweight dan mengalahkan Oliveira.
Dengan reputasi yang terus menanjak dan keinginan Pimblett yang jelas untuk sabuk juara, hanya tinggal menunggu keputusan resmi UFC.
Jika duel ini terwujud, bukan sekadar pertarungan gelar ini akan menjadi panggung penentuan siapa bintang masa depan UFC.
(Budis)











