Legenda UFC Quinton ‘Rampage’ Jackson Terseret Kasus Penyerangan Brutal Sang Putra

Quinton Rampage Jackson (Foto: dok.UFC).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – King Jackson, putra dari mantan juara UFC kelas ringan berat Quinton “Rampage” Jackson, resmi ditangkap polisi Los Angeles pada Kamis (18/9/2025) waktu setempat. Ia dijerat dengan tuduhan kriminal setelah menyerang brutal sesama petarung mixed martial arts (MMA) sekaligus pro wrestler, Stuart Smith alias Syko Stu, hampir sebulan lalu.

Mengutip catatan LA County Inmates yang dilaporkan NBC News, King Jackson ditahan dengan uang jaminan sebesar USD 50.000. Pihak LAPD sejauh ini belum mengonfirmasi apakah penangkapan ini berkaitan langsung dengan insiden pada 23 Agustus lalu.

Kala itu, dalam sebuah acara di KnokX Pro Wrestling Academy, Jackson tiba-tiba naik ke atas panggung dan menyerang Smith. Ia menylam Smith ke atas matras, lalu menghujani rivalnya dengan pukulan berulang hingga membuat Smith tak sadarkan diri. Serangan itu sempat dihentikan oleh pegulat lain yang melerai, namun kerusakan terlanjur terjadi.

Smith mengalami trauma serius di bagian wajah: patah tulang rahang atas, luka sobek di bibir, serta kehilangan beberapa gigi. Meski sudah keluar dari rumah sakit pada akhir Agustus, Smith masih menjalani masa pemulihan panjang.

Baca Juga:

Islam Makhachev Tak Terkalahkan Dalam Satu Dekade, UFC 322 Bakal Jadi Legacy Utama

Profil King Jackson

King Jackson, 25 tahun, lahir dan besar di California. Sejak muda ia dekat dengan dunia tarung berkat sang ayah, Quinton “Rampage” Jackson, sosok legendaris UFC yang pernah merebut sabuk kelas ringan berat dengan mengalahkan Chuck Liddell pada 2007.

Rampage dikenal sebagai petarung karismatik dengan gaya agresif sekaligus penuh kontroversi, sesuatu yang juga melekat pada citra sang putra.

Berbeda dengan Rampage yang sukses menembus panggung UFC dan Bellator, King Jackson lebih banyak berkiprah di level bawah.

Ia pernah mencoba jalur MMA amatir di sirkuit lokal, namun tak banyak meninggalkan catatan impresif. Justru, King lebih aktif di pro wrestling independen, terutama di KnokX Pro Wrestling Academy, tempat insiden penyerangan terhadap Smith terjadi.

Bayangan Nama Besar Rampage

Kasus ini menyorot kembali bagaimana beban nama besar sering menghantui anak dari seorang legenda. Publik kerap membandingkan King dengan Rampage, meski jalur karier keduanya tak sama.

Rampage adalah bintang dunia MMA dengan reputasi internasional, sedangkan King masih mencari identitas di persimpangan antara MMA dan pro wrestling.

Namun sayangnya, bukannya prestasi, justru insiden kriminal ini membuat nama King Jackson mencuat ke pemberitaan. Bagi sebagian orang, peristiwa ini menjadi ironi: putra dari salah satu ikon UFC kini harus berurusan dengan hukum akibat perilaku agresif di luar arena resmi.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian