Nenek Saudah Korban Kekerasan Tambang Ilegal Titikan Air Mata di Ruang Rapat DPR

Nenek Saudah saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI bersama LPSK dan Komnas HAM di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2026).
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Air mata Nenek Saudah jatuh dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI bersama LPSK dan Komnas HAM di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Saudah, seorang lansia korban dugaan penganiayaan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian negara terhadap kasus yang menimpanya usai menolak aktivitas tambang ilegal di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

“Saya sebagai korban yang bernama Saudah, berterima kasih atas kepedulian kalian semua. Tiada kusangka begini, atas kejadian ini yang akan sampai aku ke sini,” ucapnya terbata, sembari menahan tangis.

Baca Juga:

BNPB: Longsor Solok Merupakan Lokasi Tambang Ilegal

“Kalau memang tersangkanya satu orang, tidaklah mungkin rasanya separah ini ibunda kami. Bisa pula lagi diseret dan dibuang ke seberang sungai. Padahal tersangka sendiri mengakui ada beberapa orang,” ujar perwakilan keluarga dengan nada kecewa.

Bagi keluarga, kehadiran Saudah di Senayan bukan sekadar mencari simpati, melainkan menuntut keadilan yang mereka nilai belum sepenuhnya ditegakkan. Mereka mempertanyakan penanganan hukum yang hanya menetapkan satu tersangka, sementara luka fisik dan trauma yang dialami korban dinilai mustahil dilakukan oleh satu orang.

Keluarga juga mendesak agar Saudah mendapatkan pendampingan hukum yang benar-benar netral, sekaligus perlindungan menyeluruh sebagai korban, bukan hanya secara hukum, tetapi juga sosial. Pasalnya, sejak kasus penganiayaan mencuat, Saudah justru mengalami pengucilan di lingkungan tempat tinggalnya.

“Ibu kami dikucilkan dari masyarakat. Padahal beliau ini anak kandung Rajo Bagompo, tokoh adat di Lubuk Aro. Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga martabat,” katanya.

Kasus Saudah kini menjadi ujian bagi komitmen negara dalam melindungi kelompok rentan, terutama lansia, sekaligus mengusut tuntas dugaan praktik tambang ilegal yang diduga melibatkan kekuatan lokal di Pasaman. Keluarga berharap, RDP ini tak berhenti pada empati, tetapi berujung pada penegakan hukum yang adil dan menyeluruh.

Diketahui, Nenek Saudah menjadi korban penganiayaan pada 1 Januari 2026 setelah menolak aktivitas tambang ilegal di wilayahnya. Hingga kini, Polres Pasaman baru menetapkan satu tersangka berinisial IS alias MK.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Marco Bezzecchi
Hasil Practice MotoGP Australia 2026: Bezzecchi Tercepat, Marc Marquez Tempel Ketat di Posisi Ketiga
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Marco Bezzecchi menunjukkan kecepatan impresif pada sesi practice MotoGP...
Prediksi Skor Lille vs Crvena Zvezda Liga Europa 2025/2026
Calvin Verdonk Ukir Dua Rekor di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Calvin Verdonk kembali mencatatkan sejarah di Liga Champions 2026/2027....
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Berita Lainnya

1

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

2

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

3

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian...

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok
Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bagi umat muslim, jadwal adzan magrib merupakan hal yang penting ketika...
Headline
WhatsApp Image 2026-10-22 at 17.17
Hampir Dua Dekade di Industri Perhotelan, Babak Baru Dimulai: Yunindra Hardino Pimpin Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung sebagai General Manager
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung mengumumkan pengangkatan Mr....
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...