11 Orang Tewas di Tambang Ilegal Bogor, Dedi Mulyadi Siapkan Opsi Kerja Baru

dedi mulyadi apbd jabar defisit dedi mulyadi tambang bogor. dedi mulyadi fiskal jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (YouTube/Kang Dedi Mulyadi Channel)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan adanya kondisi dilematis dalam penanganan kasus penambangan ilegal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyusul tewasnya belasan penambang dalam lubang tambang dalam sepekan terakhir.

Dedi mengatakan, para penambang tersebut memiliki peran penting bagi keluarganya, meskipun aktivitas yang dilakukan melanggar hukum dan berisiko tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi setelah tercatat 11 penambang meninggal dunia di luar area operasional PT Aneka Tambang (Antam) akibat aktivitas penambangan ilegal.

Penutupan Tambang Ilegal

Dedi Mulyadi menegaskan, bahwa penghentian seluruh aktivitas penambangan di wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin merupakan keputusan yang tidak dapat ditawar.

Langkah tersebut, kata dia, diambil untuk menghentikan rangkaian kecelakaan kerja yang terus berulang di kawasan tersebut.

“Dari sisi personal, yang meninggal itu pahlawan bagi keluarganya karena penambang masuk pada sebuah lubang yang berisiko,” kata Dedi Mulyadi di Bandung, Jumat (21/1/2026).

Ia menyebut, bahwa sebagian penambang terpaksa mengambil risiko tinggi karena keterbatasan pilihan mata pencaharian.

Kendala Pendataan Warga Terdampak

Meski operasional tambang telah dihentikan, Dedi Mulyadi mengakui bahwa pemerintah menghadapi kendala besar dalam proses pendataan warga terdampak yang akan menerima solusi lanjutan. Salah satu tantangan utama adalah sulitnya memperoleh data yang valid.

Menurut Dedi, keterlibatan banyak pihak dalam ekosistem penambangan ilegal membuat proses verifikasi menjadi kompleks.

“Kita minta data pada satu pihak, ternyata pihak tersebut juga terlibat. Ini yang sedang kami carikan jalan keluar agar tidak berlarut-larut,” ujarnya.

Penanganan Tidak Bisa Lagi Bersifat Reaktif

Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa penanganan kasus penambangan ilegal di Bogor tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan lama yang hanya bersifat reaktif setelah terjadinya kecelakaan.

Ia menilai bahwa pertumbuhan ekonomi dan arus investasi di Kabupaten Bogor seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menyediakan alternatif mata pencaharian bagi masyarakat melalui skema keterkaitan kebutuhan industri dan tenaga kerja.

Baca Juga:

KDM Bocorkan 9 BUMN yang Punya Hutang ke bank bjb, Total Tunggakan Rp3,7 Triliun

Opsi Pekerjaan bagi Warga Terdampak

Sebagai langkah jangka pendek, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengajukan sejumlah opsi pekerjaan bagi warga yang kehilangan mata pencaharian akibat penutupan tambang. Opsi tersebut telah didiskusikan bersama Pemerintah Kabupaten Bogor.

Warga usia produktif hingga lanjut usia ditawarkan untuk mengisi berbagai posisi di sektor pelayanan publik.

“Yang usia lanjut bisa bekerja sebagai tenaga Pengelolaan Sumber Daya Air, Pekerjaan Umum, tenaga kebersihan, maupun pengemudi,” kata Dedi Mulyadi.

Harapan untuk Generasi Berikutnya

Dedi Mulyadi menyampaikan harapan agar generasi berikutnya di wilayah Bogor Barat tidak lagi bergantung pada aktivitas penambangan ilegal sebagai sumber penghidupan.

Ia menyatakan, komitmen untuk menyusun perencanaan ekonomi yang lebih aman dan berkelanjutan dengan memanfaatkan peluang investasi yang masuk ke Kabupaten Bogor.

“Kita harus mendorong agar generasi berikutnya memiliki pilihan pekerjaan lain. Investasi sudah ada, maka keterkaitan antara kebutuhan tenaga kerja dan investasi itu harus segera disusun,” ujarnya.

Hingga saat ini, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penutupan tambang berjalan konsisten serta menyiapkan langkah lanjutan bagi masyarakat terdampak.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026