Motor Ditinggal Mudik Perlu Cabut Aki? Ini Alasannya

motor mudik cabut aki
(Suzuki)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bagi masyarakat yang menggunakan moda transportasi lain untuk mudik  dan meninggalkan sepeda motor, jangan asal membiarkan kendaraannya begitu saja. Selain waspada pada ancaman pencurian, cabut aki menjadi mitigasi untuk fungsi tetap optimal

Tentu, ada alasan kuat mengapa kabel aki harus dicopot pada kendaraan bermotor saat ditinggal dalam waktu lama.

Penting Cabut Aki Motor ketika Motor Ditinggal Mudik

Menurut  Astra Honda Motor (AHM), melepas kabel aki saat motor ditinggal mudik bertujuan untuk mencegah aki mengalami kerusakan atau soak.  Walau tidak digunakan, tetapi dapat mengalami penurunan daya.

Hal tersebut, dipengaruhi oleh prinsip charge dan discharge pada aki. Saat motor hidup, proses pengisian daya terjadi, sementara ketika motor tidak aktif, daya aki bisa berkurang.

Jika kabel aki tetap terpasang, maka akan terus mengeluarkan sedikit daya meskipun motor tidak digunakan. Lama kelamaan, kondisi ini bisa membuat aki menjadi tekor.

BACA JUGA:

Kemenag Siapkan Posko Masjid 24 Jam di Jalur Mudik Lebaran 2025

Polres Garut Punya Strategi Khusus Antisipasi Macet di 5 Titik Rawan Mudik

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk melepas kabel aki sebelum berangkat mudik. Dengan cara ini, aki motor akan lebih awet dan siap digunakan kembali dengan optimal ketika kembali dari mudik.

Jika Lupa

Bila ternyata anda lupa tak melepas kabel aki sebelum berangkat mudik, tidak perlu khawatir. Setelah kembali ke rumah, lakukan pengecekan dan coba nyalakan mesin.

Jika motor sulit dinyalakan, maka tandanya daya aki sudah berkurang dan tidak cukup kuat untuk menghidupkan mesin.

Berbeda dengan  suara “klik”, kemungkinan besar aki tidak mampu menyediakan daya yang cukup untuk memulai mesin.

Untuk memastikannya, cek tegangan aki. Aki dalam kondisi normal biasanya memiliki tegangan sekitar 12,3 volt hingga 12,6 volt saat mesin mati. Sementara saat mesin menyala dan motor berjalan, tegangan aki biasanya berada pada angka 13,7 volt hingga 14,2 volt.

Jika setelah pemeriksaan tegangan aki berada di bawah 12 volt, itu bisa menjadi tanda aki mulai lemah dan perlu diganti.

Melepas kabel aki motor sebelum berangkat mudik sangat penting untuk menjaga agar aki tetap awet dan motor bisa berfungsi dengan baik ketika digunakan kembali.

 

(Saepul/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Oman: Ujian Perdana John Herdman di GBK, Garuda Bidik Hasil Positif
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara