Modal Asing Kabur Rp7,71 Triliun, BI Ungkap Tekanan di Awal 2026

modal asing
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Bank Indonesia (BI) mencatat terjadinya aliran modal asing keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik pada pekan kedua Januari 2026. Fenomena ini terjadi di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang memengaruhi stabilitas pasar keuangan, termasuk pergerakan nilai tukar Rupiah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, berdasarkan data transaksi 12–14 Januari 2026, investor nonresiden melakukan jual bersih (net sell) sebesar Rp7,71 triliun di pasar keuangan Indonesia.

“Tercatat jual neto sebesar Rp7,71 triliun, terdiri dari jual neto Rp8,15 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp2,64 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta beli neto Rp3,08 triliun di pasar saham,” ujar Denny dalam keterangan resminya, Minggu (18/1/2026).

Asing Lepas SBN, Saham Masih Dilirik

Data BI menunjukkan bahwa tekanan utama datang dari pasar obligasi pemerintah. Aksi jual asing di SBN menjadi faktor dominan dalam capital outflow pekan tersebut, seiring meningkatnya kehati-hatian investor global terhadap aset emerging market.

Di sisi lain, pasar saham domestik justru masih mencatat beli bersih asing, mengindikasikan bahwa minat investor terhadap aset berisiko di Indonesia belum sepenuhnya surut. Kondisi ini mencerminkan strategi selektif investor asing dalam menempatkan dana mereka.

Risiko Indonesia Sedikit Naik

Sejalan dengan arus keluar modal, indikator risiko Indonesia turut menunjukkan peningkatan. Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun tercatat naik menjadi 71,43 basis poin (bps) per 14 Januari 2026, dibandingkan posisi 69,31 bps pada 9 Januari 2026.

Kenaikan CDS mencerminkan meningkatnya persepsi risiko, meski masih berada dalam level yang relatif terkendali dibandingkan periode tekanan global sebelumnya.

Baca Juga:

Cucu Pendiri Napan Group Rylan Henry Pribadi Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Ski

Emas atau Perak? Mana Instrumen Safe Haven Paling Tangguh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Rupiah Relatif Stabil

Meski terjadi capital outflow, nilai tukar Rupiah terpantau relatif stabil. Pada penutupan perdagangan Rabu, 14 Januari 2026, Rupiah ditutup di level Rp16.855 per dolar AS.

Sementara itu, yield SBN tenor 10 tahun tercatat naik ke 6,21 persen, menandakan penyesuaian imbal hasil di pasar obligasi. Dari sisi global, indeks dolar AS (DXY) melemah ke level 99,06, sementara imbal hasil US Treasury Note tenor 10 tahun turun ke 4,132 persen.

Pada pembukaan perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, Rupiah bahkan menguat tipis ke Rp16.840 per dolar AS, dengan yield SBN tenor 10 tahun kembali meningkat ke 6,23 persen.

Secara Tahunan Masih Beli Neto

Meski tekanan muncul dalam jangka pendek, BI menegaskan bahwa secara kumulatif sepanjang 2026, investor nonresiden masih mencatatkan beli bersih di sejumlah instrumen keuangan domestik.

Hingga 14 Januari 2026, data setelmen menunjukkan:

  • Beli neto Rp5,33 triliun di SRBI
  • Beli neto Rp6,16 triliun di pasar saham
  • Jual neto Rp9,91 triliun di pasar SBN

Kondisi ini menunjukkan bahwa arus modal asing masih bersifat dinamis dan belum mengindikasikan pembalikan tren jangka panjang.

Menanggapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan perekonomian eksternal Indonesia,” pungkas Denny.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

4

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026