BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Marc Marquez menutup musim MotoGP 2025 dengan sebuah pengakuan penting dalam kariernya. Setelah bertahun-tahun menjadi ikon Honda, pebalap asal Cervera itu kini secara terbuka mengungkap perbedaan mendasar yang ia rasakan saat membawa Ducati meraih gelar juara dunia.
Gelar juara dunia MotoGP 2025 menjadi pencapaian spesial bagi Marquez. Selain merupakan titel ketujuh sepanjang kariernya, trofi tersebut juga menjadi yang pertama bersama Ducati. Prestasi itu sekaligus menempatkan Marquez dalam jajaran elite pebalap yang mampu menjuarai MotoGP bersama lebih dari satu pabrikan, sejajar dengan Valentino Rossi dan Casey Stoner.
Dalam keterangannya, Marquez menilai perbedaan paling mencolok antara Ducati dan Honda terletak pada cara kerja tim. Menurutnya, Ducati memiliki struktur yang lebih ramping dibandingkan pabrikan Jepang seperti Honda, namun justru unggul dalam hal kekompakan dan perhatian pada detail.
“Kami adalah sebuah tim. Saya memang yang mengendarai motor dan melewati garis finis, tetapi ada banyak orang di balik layar, baik di Bologna maupun di sirkuit, yang membuat semua ini mungkin terjadi,” ujar Marquez kepada Gazzetta dello Sport, dikutip Rabu (31/12/2025).
Ia menambahkan bahwa ukuran perusahaan tidak selalu mencerminkan kekuatan sebenarnya.
“Ada pabrikan Jepang yang jauh lebih besar. Namun di Ducati saya belajar bahwa kebesaran sebuah tim dibangun oleh orang-orangnya dan oleh perhatian pada detail-detail kecil,” kata Marquez.
Selama membela Honda, Marquez tumbuh dalam sistem besar yang sudah mapan. Enam gelar juara dunia MotoGP ia persembahkan untuk pabrikan Jepang tersebut pada periode 2013 hingga 2019. Namun cedera lengan serius yang dialaminya pada 2020 menjadi titik balik, bertepatan dengan menurunnya performa Honda dalam persaingan MotoGP.
Keputusan pindah ke Ducati melalui tim Gresini pada 2024 menjadi awal adaptasi besar bagi Marquez. Ia hanya membawa satu mekanik lamanya, Javi Ortiz, dan harus membangun hubungan kerja baru dari nol. Meski demikian, proses tersebut berjalan cepat dan membuahkan hasil luar biasa.
Musim 2025 menjadi bukti nyata. Marquez tampil dominan dengan mengoleksi 11 kemenangan balapan utama dan 14 kemenangan sprint, serta memastikan gelar juara dunia dengan lima seri tersisa. Kesuksesan itu memperkuat pandangannya bahwa pendekatan Ducati yang lebih kolektif dan detail-oriented menjadi pembeda utama.
Kini, Marquez tak hanya dikenal sebagai juara dunia bersama Ducati, tetapi juga sebagai figur sentral dalam proyek jangka panjang pabrikan asal Bologna tersebut. Ia dikabarkan menjadi prioritas utama Ducati menuju era regulasi baru MotoGP 2027, menandai transformasinya dari sekadar pebalap bintang menjadi sosok kunci penentu arah masa depan tim.
(Budis)










