Maman Ungkap Petugas Bea Cukai Sering Persulit UMKM Lokal

Petugas Bea Cukai Sering Persulit UMKM Lokal
Ilustrasi (AI Meta)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahmam, menyoroti maraknya oknum Bea Cukai, yang diduga ‘bermain’ dalam proses masuknya barang impor ilegal ke Indonesia. Menurut Maman, hal tersebut menjadi penyebab utama UMKM di Tanah Air sulit bersaing dengan produk asing, terutama dari Cina.

“Kita tahu bahwa masih banyaknya oknum-oknum di Bea Cukai yang bermain. Saya sebut oknum ya, saya tidak sebut institusi yang bermain. Akhirnya barang-barang selundupan ataupun barang-barang yang katanya ilegal, tetapi disebut legal juga banyak masuk. Ini yang membuat usaha mikro, kecil, menengah jadi gak mampu bersaing,” kata Maman pada wartawan di Jakarta, dikutip Jumat (17/10/2025).

Selain itu, kondisi ini juga menekan pelaku UMKM yang bertahan di tengah gempuran produk impor. Maman pun menekankan bahwa pemerintah harus mencari jalan keluar agar produk lokal tetap hidup di negeri sendiri.

“Kita juga kan harus menyelamatkan. Gue memberikan saran kenapa tidak kita twist mindset kita? Jangan lagi kita seperti orang yang nerima gempuran (barang impor) gitu aja, kita biarkan barang impor masuk, dan gak ada perlawanan. Jadi saya menyarankan yuk kita buat produk (sendiri),” ungkap Maman.

Baca Juga:

UMKM, Koperasi, Ormas Segera Dapat Akses Tambang: Ini Aturannya

Bea Cukai Gelar Layanan Kesehatan Gratis, Peringati Milangkala Bea Cukai ke-15 dan Hari Jadi Kota Bandung ke-214

Ia pun mencontohkan industri fesyen dan aksesori seperti tas, yang merupakan barang paling terdampak oleh barang impor dari Cina.

“Misalnya contoh kasusnya tas, itu kan Cina-Cina tuh banyak banget tuh tas KW 1, KW 2, KW 3. Ya gue menyarankan, yaudah kita dorong para pengrajin-pengrajin tas kita buat produk yang sama,” bebernya.

Meski demikian, Maman mengingatkan bahwa idenya tersebut bukan untuk memproduksi barang palsu, tetapi untuk memacu kreativitas para pelaku usaha kecil di dalam negeri.

“Bukannya saya mendukung untuk bikin produk palsu ataupun produk ilegal. Tetap kita legalisasi sesuai aturan dan mekanisme. Karena ini hanya masalah kreativitas menghadapi situasi tantangan sekaran,” pungkasnya.

(usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City