BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Keputusan Lewis Hamilton meninggalkan McLaren untuk bergabung dengan Mercedes pada 2013 sempat dipandang sebagai langkah kontroversial.
Saat itu, McLaren masih berstatus tim papan atas, sementara Mercedes belum dianggap ancaman serius di Formula 1. Namun, keputusan berani itu terbukti tepat.
Bersama Silver Arrows, Hamilton meraih enam gelar juara dunia tambahan dan menjelma sebagai salah satu pebalap tersukses sepanjang sejarah F1.
Selama ini publik menilai mendiang Niki Lauda, legenda F1 yang kala itu menjabat posisi non-eksekutif di Mercedes, sebagai sosok kunci yang membujuk Hamilton untuk pindah. Namun, juara dunia tujuh kali itu mengungkapkan cerita berbeda.
“Pertama-tama, saya sangat menyayangi Niki,” kata Hamilton melansir RacingNews365, Sabtu (14/9/2025).
“Tapi bukan Niki yang meyakinkan saya bergabung ke Mercedes. Itu lebih ke Ross (Brawn). Saat kami duduk di dapur rumah ibu saya, dia menjelaskan arah tim dan apa yang mereka lakukan. Pertemuan itu yang benar-benar menarik saya masuk,” lanjutnya.
Baca Juga:
Koleksi 103 Kemenangan, Lewis Hamilton Ukir Sejarah Baru Formula 1
Meski demikian, Hamilton tetap menaruh rasa hormat mendalam kepada Lauda, yang wafat pada 2019. Nama sang legenda masih diabadikan melalui bintang merah di livery mobil Mercedes.
“Niki dan saya punya hubungan luar biasa. Saya bisa merayakan warisannya di Mercedes, meraih gelar bersamanya, dan kini di Ferrari saya juga bisa melanjutkan untuk menghormatinya,” ujar Hamilton.
Hamilton juga mengenang Lauda sebagai sosok petarung dengan semangat unik yang kerap memotivasinya.
“Dia sering berkata pada saya: ‘Give them arseholes!. Awalnya saya tak paham maksudnya, tapi itulah Niki – selalu bersemangat dan seorang pejuang sejati,” jelasnya.
Pengakuan Hamilton ini menegaskan bahwa di balik keputusan historisnya 12 tahun lalu, visi Ross Brawn memainkan peran terbesar, sementara semangat juang Niki Lauda tetap menjadi inspirasi yang menyala sepanjang kariernya.
(Budis)











