Budkowski: Masa Depan Oscar Piastri di McLaren Bergantung Stabilitas Tim

Oscar Piastri
Oscar Piastri (Foto: F1)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Posisi Oscar Piastri di McLaren dinilai belum sepenuhnya aman jika ketegangan internal tim kembali mencuat. Mantan direktur eksekutif Alpine, Marcin Budkowski, menilai pebalap asal Australia itu berpotensi mulai mempertimbangkan opsi lain apabila rivalitas dengan Lando Norris terus mengganggu stabilitas tim pada musim-musim mendatang.

Pada musim lalu, Piastri harus merelakan gelar juara dunia Formula 1 jatuh ke tangan rekan setimnya sendiri. Padahal, selepas Grand Prix Belanda, ia sempat berada di posisi terdepan dengan keunggulan 34 poin. Situasi tersebut berubah drastis setelah performanya menurun dalam beberapa seri krusial, seperti Azerbaijan, Austin, Meksiko, dan Sao Paulo.

Rentetan hasil kurang maksimal itu membuat Piastri kehilangan momentum dalam perburuan gelar. Ia akhirnya finis di posisi ketiga klasemen akhir, dengan Max Verstappen menyelip di antara dua pebalap McLaren, sekaligus menutup peluang Piastri untuk menjadi juara dunia.

Periode akhir musim juga diwarnai meningkatnya gesekan antara Piastri dan Norris di lintasan. Keduanya sempat terlibat insiden kontak di Singapura dan Austin, memunculkan tanda tanya besar mengenai dinamika internal McLaren. Meski Piastri mampu bangkit dan tampil solid pada dua seri terakhir, jarak poin yang terlanjur melebar membuat usahanya mengejar Norris menjadi sia-sia.

Baca Juga:

Rumor Team Order McLaren Kian Liar, Oscar Piastri Ungkap Hal Mengejutkan

Budkowski menilai situasi tersebut bisa berdampak besar terhadap masa depan Piastri. Menurutnya, kubu Piastri berada dalam posisi yang relatif kurang puas dibandingkan pihak Norris setelah hasil kejuaraan musim lalu.

“Saya rasa kubu Oscar saat ini tidak sebahagia kubu Lando, dan itu wajar setelah hasil kejuaraan,” ujar Budkowski, dikutip dari Formula1, Senin (12/1/2026).

Meski demikian, Budkowski menegaskan bahwa meninggalkan tim yang baru saja meraih dua gelar juara dunia, serta didukung mesin Mercedes, bukan keputusan yang mudah untuk diambil.

Namun, ia menilai musim 2026 akan menjadi momen evaluasi krusial. Jika McLaren gagal mempertahankan daya saing atau konflik internal antara dua pebalapnya semakin sering terjadi, peluang Piastri untuk melirik tim lain akan terbuka lebar. Budkowski juga menyinggung peran Mark Webber, manajer Piastri, yang diyakini secara profesional mulai memantau berbagai kemungkinan.

Menurut Budkowski, hampir seluruh paddock Formula 1 masih menunggu bagaimana peta kekuatan berubah di era regulasi baru. Isu masa depan Oscar Piastri diperkirakan baru akan benar-benar mengemuka pada pertengahan musim, saat gambaran kompetitif antar tim mulai terlihat jelas.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City