Kuota Haji Jawa Barat untuk 2026 Turun, Kemenhaj Ungkap Alasannya

Kuota Haji Jawa Barat untuk 2026 Turun, Kemenhaj Ungkap Alasannya
Ibadah Haji (pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Barat (Jabar) membenarkan kuota haji di Jabar turun untuk tahun 2026 karena adanya perubahan distribusi oleh pemerintah pusat.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenhaj Jawa Barat, Boy Hari Novian, menjelaskan pada tahun 2026 kuota haji Jabar hanya 29.643 orang, turun dari tahun sebelumnya sebanyak 38.723 orang.

Jumlah itu termasuk lanjut usia (lansia) 1.482 orang, Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) 205 orang, dan Petugas Haji Daerah (PHD) sebanyak 123 orang. Penurunan tersebut terjadi karena perubahan distribusi yakni sistem daftar tunggu nasional yang disamaratakan di seluruh provinsi.

“Tadinya pendistribusian kuota itu berdasarkan kabupaten/kota, pada tahun ini didistribusikan berdasarkan nomor urut provinsi. Jadi, pada tahun ini jamaah akan diurut nomor kursinya dari yang pertama nomor kursi terkecil yang belum berangkat sampai ke 27.833 di kuota reguler murni. Sehingga di situ baru diketahui bahwa yang akan berangkat itu sesuai dengan nomor urut provinsi yang dari pertama belum,” kata Boy, mengutip Antara, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga:

Kenapa Wajib Vaksin Polio dan Meningitis Sebelum Berangkat Ibadah Haji 2025?

Apakah Ibadah Haji dengan Visa Non Haji Dosa? Ini Pandangan Kiai NU

Boy mengatakan kebijakan ini pasti akan berdampak terhadap kuota haji kabupaten/kota di Jawa Barat, ada kota dan kabupaten yang mengalami penurunan drastis, dan ada juga yang mengalami kenaikan drastis.

Seperti Kota Bekasi dengan kuota naik dratis tahun 2026 menjadi 4.964 orang dibandingkan tahun 2025 yang hanya 2.615 orang, sementara Kabupaten Bandung Barat merosot signifikan dari 1.066 orang pada tahun 2025 menjadi hanya 127 orang pada tahun 2026.

Baca Juga:

Periksa 350 Biro Travel, KPK Tak Kunjung Umumkan Tersangka Kuota Haji

Kemenkes Rilis Daftar Penyakit yang Tak Penuhi Syarat Kesehatan Haji 2026

 

“Hal ini karena selama ini kami membagi distribusi kuota berdasarkan kabupaten/kota yang didasari oleh penduduk Muslim. Namun tahun ini itu diubah berdasarkan urut provinsi, sehingga beberapa daerah akhirnya ada yang mengalami kekurangan,” kata Boy.

Meski demikian, Boy mengatakan kebijakan ini juga akan memberikan keadilan terhadap jamaah haji yang sudah mendaftar, karena akan diberangkatkan berdasarkan nomor urut provinsi dan juga untuk kemaslahatan jamaah.

“Jadi jamaah yang berangkat pada tahun 2026 ini adalah memang jamaah yang benar-benar haknya untuk berangkat di tahun 2026. Tidak ada lagi yang menyalip antrean dikarenakan kebagian distribusi kota berdasarkan kabupaten/kota, tapi berdasarkan provinsi ini semua akan diurut,” tutur Boy.

Berikut kuota haji 27 Kabupaten/Kota Jabar pada 2025 dan tahun 2026 beserta persentasenya yakni:

1 Kabupaten Cianjur 1.305 ; 59 ; -95,5 persen

2 Kabupaten Garut 1.805 ; 109 ; -94,0 persen

3 Kota Banjar 168 ; 10 ; -94,0 persen

4 Kabupaten Sukabumi 1.535 ; 124 ; -91,9 persen

5 Kabupaten Bandung Barat 1.066 ; 127 ; -88,1 persen

6 Kota Sukabumi 243 ; 28 ; -88,5 persen

7 Kabupaten Bandung 2.425 ; 430 ; -82,3 persen

8 Kabupaten Subang 1.126 ; 244 ; -78,3 persen

9 Kabupaten Majalengka 1.102 ; 532 ; -51,7 persen

10 Kabupaten Bogor 3.189 ; 1.598 ; -49,9 persen

11 Kota Cirebon 313 ; 174 ; -44,4 persen

12 Kabupaten Purwakarta 715 ; 398 ; -44,3 persen

13 Kabupaten Kuningan 940 ; 344 ; -63,4 persen

14 Kota Bogor 929 ; 603 ; -35,1 persen

15 Kota Bandung 2.325 ; 1.495 ; -35,7 persen

16 Kabupaten Karawang 2.053 ; 1.719 ; -16,3 persen

17 Kabupaten Pangandaran 364 ; 154 ; -57,7 persen

18 Kota Cimahi 525 ; 536 ; +2,1 persen

19 Kabupaten Cirebon 2.268 ; 2.764 ; +21,9 persen

20 Kota Depok 1.613 ; 2.567 ; +59,1 persen

21 Kabupaten Indramayu 1.699 ; 2.885 ; +69,8 persen

22 Kabupaten Bekasi 2.084 ; 3.558 ; +70,7 persen

23 Kota Bekasi 2.615 ; 4.964 ; +89,9 persen

24 Kota Tasikmalaya 617 ; 1.331 ; +115,7 persen

25 Kabupaten Ciamis 1.048 ; 703 ; -32,9 persen

26 Kabupaten Tasikmalaya 1.399 ; 305 ; -78,2 persen

27 Kabupaten Sumedang 824 ; 72 ; -91,3 persen.

(usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan
IMG-20260725-WA0001
Nuryadi Tegaskan Aspirasi Warga Tak Berhenti di Reses, Siap Dikawal Hingga Masuk RKPD
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial