Pemprov Jabar Prioritaskan Pembangunan di Desa Penghasil Pajak pada 2026

Desa Pajak
Jabar Prioritaskan Pembangunan di Desa Penghasil Pajak pada 2026 (YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memfokuskan pembangunan tahun 2026 pada desa yang menjadi penyumbang pajak terbesar bagi daerah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, kebijakan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap kontribusi ekonomi desa sekaligus upaya menciptakan pemerataan pembangunan di kawasan industri.

“Kami akan utamakan pembangunan di desa yang menjadi pusat industri. Kalau ada pabrik di sana, maka desa itu harus dibangun sampai tuntas,” ujar Dedi Mulyadi di Bandung, Selasa (14/10/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Ketenagakerjaan bertajuk “Membangun Konektivitas Lowongan Pekerjaan dengan Aplikasi Nyari Gawe” yang digelar di Gedung Sigrong Bale Sri Baduga, Kabupaten Purwakarta. Dalam forum itu, Dedi menyoroti ketimpangan antara besarnya kontribusi desa terhadap pajak daerah dan kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.

Ketimpangan Desa Penghasil Pajak

Menurut Dedi, banyak desa di Jawa Barat yang menjadi pusat aktivitas industri dan penyumbang pajak besar, namun masih tertinggal dalam aspek pembangunan.

“Desa menghasilkan pajak, tapi kantor desanya belum layak, jalan rusak, lingkungan tidak tertata, sementara warganya masih kesulitan akses pendidikan dan gizi,” ucapnya.

Ia menilai ketimpangan tersebut terjadi karena kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri. Meski desa berperan besar dalam menopang ekonomi daerah, banyak warga yang belum menikmati hasil pembangunan secara adil.

Relasi Pemerintah Desa dan Industri

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyinggung hubungan antara pemerintah desa dan perusahaan yang kerap diwarnai ketegangan. Hal ini muncul ketika pemerintah desa meminta dukungan dana sosial atau keagamaan, sementara pihak perusahaan dinilai kurang berkontribusi pada pengembangan lingkungan sekitar.

“Desa penghasil pajak seharusnya bersih, berkembang, dan setara dengan kondisi industrinya. Jangan sampai warga di sekitar pabrik justru menganggur atau hidup dalam kondisi kurang layak,” tegas Dedi.

Langkah Nyata dan Kebijakan Fiskal Berkeadilan

Sebagai tindak lanjut, Dedi menyatakan akan melakukan pengecekan langsung ke kantor pajak untuk memastikan besaran kontribusi setiap desa terhadap pendapatan daerah.

“Hasilnya akan kami umumkan secara terbuka. Ini agar desa-desa yang berkontribusi besar mendapat perhatian dan prioritas pembangunan,” katanya.

Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pembangunan berbasis keadilan fiskal, di mana alokasi program pembangunan akan disesuaikan dengan kontribusi ekonomi dari masing-masing wilayah. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu menyeimbangkan antara pertumbuhan industri dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

Membangun Sinergi dan Pemerataan

Dedi berharap langkah ini dapat memperkuat sinergi antara dunia industri dan komunitas desa, sehingga tercipta pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

“Kemajuan Jawa Barat tidak hanya ditentukan oleh sektor industri, tetapi juga oleh kesejahteraan warga di sekitar kawasan tersebut,” ujarnya.

Melalui kebijakan ini, Pemprov Jabar berupaya menghadirkan keadilan ekonomi di tingkat akar rumput. Fokus pembangunan infrastruktur dan layanan publik di desa penghasil pajak diharapkan menjadi momentum menuju pemerataan kesejahteraan dan hubungan yang lebih harmonis antara industri dan masyarakat desa.

(Hafidah Rismayanti/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City