Kekerasan Anak dan Perempuan di Lebak Capai 149 Kasus

Kekerasan Anak
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak, Banten, melaporkan terdapat 149 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan sepanjang Januari hingga September 2025. Dari total tersebut, 113 kasus dialami anak-anak, sedangkan 36 kasus menimpa perempuan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AP2KB Kabupaten Lebak, Dedi Lukman Indepur, menyampaikan data tersebut dalam agenda peningkatan kapasitas lembaga pemenuhan hak anak yang digelar di Gedung PKK Lebak.

“Angka ini memang memprihatinkan, tetapi menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih sadar dan berani melapor,” kata Dedi Lukman kepada wartawan, Kamis (25/9/2025).

Ia menjelaskan, sebelumnya banyak warga yang merasa takut atau ragu-ragu untuk melapor karena tidak tahu harus ke mana. Namun, kini kesadaran masyarakat mulai meningkat berkat peran aktif pemerintah daerah.

Sejak 2021, Pemkab Lebak telah mendirikan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) sebagai pusat layanan pengaduan sekaligus pendampingan bagi korban.

Layanan pendampingan tersebut meliputi penjemputan korban, pendampingan saat pemeriksaan di kepolisian, visum medis, hingga proses hukum di pengadilan.

“Kami juga menanggung biaya visum dan kebutuhan dasar korban agar tidak terbebani,” tambahnya.

DP3AP2KB menyampaikan sebagian besar laporan kasus didominasi oleh pelecehan seksual terhadap anak dan perundungan (bullying), khususnya di lingkungan sekolah.

Untuk menekan angka tersebut, dinas terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan desa-desa guna menciptakan lingkungan yang lebih ramah anak.

“Bahkan ada beberapa sekolah yang secara mandiri meminta materi edukasi,” ujarnya.

Baca Juga:

Ia menekankan perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat, sekolah, lembaga swadaya masyarakat, hingga organisasi keagamaan.

Baca Juga:

DP3A Bandung Libatkan Sekolah hingga Posyandu untuk Cegah Bunuh Diri dan Kekerasan Anak

Psikolog Nilai Cara Deddy Corbuzier Tegur Siswa Termasuk Kekerasan Anak

Ia turut mengingatkan tentang lima hak dasar anak berdasarkan Konvensi Hak Anak, yakni hak sipil dan kebebasan, hak atas lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, hak atas kesehatan dan kesejahteraan dasar, hak atas pendidikan dan kegiatan budaya, serta hak atas perlindungan.

“Tujuan kita jelas, anak-anak Lebak harus tumbuh dan berkembang secara sehat dan positif. Ini sangat penting dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City