Kebijakan Diperketat, Bisnis Thrifting di Depok Terancam Mati Perlahan

Thrifting di Depok
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Para pelaku usaha thrifting di Depok, Jawa Barat mulai merasakan dampak kebijakan pemerintah yang memperketat larangan impor pakaian bekas illegal.

Sejumlah pedagang mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan barang, sementara jumlah pembeli menurun signifikan.

Pengetatan pengawasan oleh Bea Cukai membuat jalur distribusi pakaian bekas impor tersendat. Banyak pedagang mengaku tidak lagi menerima kiriman baru dari pemasok selama beberapa bulan terakhir, menyebabkan stok barang di lapangan semakin terbatas.

Tak hanya itu, kelangkaan pasokan turut memicu kenaikan harga modal pakaian bekas. Kondisi ini membuat pedagang kesulitan meraup keuntungan, terlebih di tengah menurunnya daya beli masyarakat.

Salah satu pedagang thrifting di kawasan Tole Iskandar, Agung, mengungkapkan bahwa ia terakhir kali menerima pasokan pada September 2025. Sejak larangan impor diberlakukan, penjualan di lapaknya anjlok hingga 50 persen.

Barang makin susah didapat, modal naik, pembeli juga berkurang. Kalau nanti sudah tidak bisa dapat barang sama sekali, saya siap beralih jual produk lokal,” ujar Agung, mengutip beritasatu, Jumat (7/11/2025).

Agung mengaku khawatir terhadap keberlangsungan usahanya. Ia menilai, jika kebijakan pelarangan impor pakaian bekas terus diterapkan tanpa adanya solusi alternatif, banyak pedagang kecil terancam gulung tikar karena kehilangan pasokan dan sulit mempertahankan bisnis.

Baca Juga:

Catat! Jual Beli Pakaian Thrifting Bisa Kena Sanksi Pidana 5 Tahun Bui

Maman Desak Platform Online Tak Lagi Tampilkan Iklan Barang Thrifting

Para pelaku usaha thrifting pun berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pengetatan impor, tetapi juga memberikan ruang adaptasi bagi pedagang agar tetap bertahan.

Bentuk dukungan yang diharapkan antara lain akses pembiayaan, pelatihan usaha kreatif, serta kemitraan dengan produsen lokal untuk mengembangkan produk thrifting yang bernilai dan berbasis karya anak bangsa.

(Vini Virdiyanti/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun