JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Mantan bintang sepak bola Manchester City dan Real Madrid, Robinho, untuk pertama kalinya muncul dalam wawancara video dari balik jeruji besi di Brasil. Pria berusia 41 tahun itu kini menjalani hukuman sembilan tahun penjara atas kasus pemerkosaan yang terjadi di Italia pada 2013.
Robinho ditahan sejak Maret 2024 di Penjara Dr. Jose Augusto Cesar Salgado, São Paulo fasilitas dijuluki sebagai “penjara bagi orang terkenal” karena menampung sejumlah figur publik dan mantan pejabat.
Dalam video yang dirilis oleh lembaga sosial rehabilitasi narapidana, ia tampak tenang dan dalam kondisi sehat, menjawab berbagai isu yang beredar mengenai kehidupannya di balik jeruji.
“Saya Sama Seperti Tahanan Lain”
Dalam wawancara tersebut, Robinho menegaskan bahwa ia tidak menerima perlakuan istimewa di penjara.
“Makanan dan jam tidur saya sama seperti narapidana lain. Saya tidak pernah mendapat perlakuan khusus. Ketika waktunya bekerja, saya lakukan hal yang sama seperti mereka. Kalau hari Minggu tidak ada pekerjaan, kami boleh main sepak bola,” ujarnya.
Ia juga membantah kabar bahwa dirinya memiliki pengaruh besar di dalam penjara atau tengah mengalami gangguan psikologis.
“Itu semua bohong. Saya tidak pernah perlu minum obat apa pun. Di sini, kami hanya taat pada petugas. Saya bukan siapa-siapa hanya karena pernah jadi pesepak bola,” tegas Robinho.
Vonis Pemerkosaan di Italia
Robinho divonis bersalah oleh pengadilan Italia atas kasus pemerkosaan terhadap seorang wanita asal Albania di sebuah klub malam di Milan pada Januari 2013, saat ia masih membela AC Milan. Setelah melalui serangkaian proses banding yang panjang, vonis tersebut berkekuatan hukum tetap.
Brasil menolak mengekstradisi Robinho, sehingga ia menjalani hukuman di negaranya sendiri, sesuai perjanjian hukum antara kedua negara.
Kehidupan di Penjara
Sebelum dipenjara, Robinho dikenal hidup mewah di kota Santos. Kini, ia menempati sel berukuran delapan meter persegi bersama satu tahanan lain. Rutinitasnya antara lain bermain sepak bola dua kali seminggu, mengikuti kelas dasar elektronika, dan membaca buku untuk mempercepat pengurangan masa hukuman.
Media lokal juga sempat melaporkan bahwa Robinho meminta dipindahkan ke penjara dengan sistem terbuka, yang memungkinkan narapidana bekerja di luar penjara pada siang hari. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pengadilan Brasil.
Baca Juga:
Crystal Palace Bantai Liverpool 3-0 di Kandang Sendiri pada Carabao Cup 2025/2026
Kasus Robinho kembali menjadi perhatian publik setelah Rudney Gomes, teman yang juga terlibat dalam perkara yang sama, ditemukan tewas di kota Santos pada Maret 2025. Polisi menduga Gomes bunuh diri setelah terjun dari lantai 11 apartemennya.
Meski telah divonis bersalah, Robinho tetap bersikeras bahwa hubungan seksual yang terjadi bersifat sukarela dan dilakukan dalam keadaan mabuk. Namun, pengadilan Italia menilai sebaliknya berdasarkan bukti dan kesaksian korban.
Kini, dari balik jeruji, Robinho mencoba menata ulang kehidupannya—bukan sebagai bintang lapangan hijau, melainkan narapidana yang berusaha menebus masa lalu kelamnya.











