Kasus Keracunan MBG Sukoharjo, BPOM: Belum Ada Kesepakatan Formal dalam Keterlibatan

BPOM Kasus Keracunan MBG Sukoharjo
Program Makan Bergizi Gratis di SD 140 Arcamanik Kota Bandung (dok. Humas Pemkot Bandung)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA. ID — Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengaku belum ada kesepakatan formal dalam keterlibatan BPOM dengan program unggulan Makan Begizi Gratis (MBG).

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, mengaku BPOM bakal melakukan tindakan preventif yang terukur agar kejadian siswa keracunan saat mengonsumsi makanan program makan bergizi gratis (MBG) tak terulang.

Lebih lanjut di jelaskan Taruna penindakan lebih jauh belum dapat dilakukan. dikarenakan, belum ada kesepakatan formal dalam keterlibatan BPOM dengan program unggulan tersebut.

Hal itu disampaikan Taruna menanggapi 40 siswa SDN Dukuh 03 Sukoharjo yang keracunan usai menyantap makanan menu MBG beberapa waktu lalu.

“Jujur yang saya ingin katakan bahwa Badan POM tentu ingin dilibatkan secara formal,” ujar Taruna di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, pada Jumat (17/1/2025).

Taruna menyebut, BPOM saat ini tengah menunggu proses penyelesaian Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Gizi Nasional agar pengawasan terhadap program MBG dapat dilakukan dengan leluasa.

“Oleh karena itu kami sekarang ini lagi menunggu proses MoU antara Badan Pengawas Obat dan Makanan dengan Badan Gizi Nasional. Kenapa itu perlu dilakukan? Ternyata ada satu hal yang terjadi di negeri kita. Jangan pernah melakukan yang tidak diperintah,” ujar Taruna.

Menurut dia, kesepakatan menjadi hal yang penting karena berkaitan dengan teknis pelaksanaan. Taruna menyebut, hal tersebut dapat berupa aturan, surat tugas, maupun dalam MOU yang belum tertuntaskan.

BPOM menilai, pentingnya keterlibatan resmi tak hanya soal formalitas, tetapi juga agar pegawai yang bertugas di lapangan dapat memiliki dasar hukum yang kuat, termasuk saat bertanggung jawab terhadap proses dan anggarannya.

“Karena kan proposal kami ada 19 item yang akan dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk mengawal program gisi nasional ini atau program makan bergisi ini. Tentunya kami berarti men-support Badan Gizi Nasional,” kata Taruna.

“Jadi singkat cerita bahwa kejadian yang sudah terjadi kita tetap ingin bagaimana membuat program ini bisa berjalan dengan baik. Ya tentu itu akan bisa dilakukan di hari-hari berikutnya termasuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa,” ujar dia.

Meskipun belum ada keterlibatan secara resmi, BPOM mendukung penuh program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini. Bahkan, Taruna mengaku telah mengutus pegawai untuk terlibat di dalam pelaksanaannya.

BACA JUGA: Soal Makan Bergizi Gratis Pola Prasmanan, Ini Tanggapan PJ Bupati Majalengka

“Jadi kesimpulannya kalau dikatakan belum dilibatkan, sudah dilibatkan. Bukan hanya dilibatkan. Bukan hanya programnya, tapi orangnya kami sudah di sana. Sekarang tinggal yang kita ingin bahasakan adalah hitam di atas putihnya. Yaitu berupa MOU. Itu belum tertandatanganin. Saya kira dalam waktu dekat bisa,” pungkas Taruna.

Diketahui, sejumlah siswa SDN Dukuh 03 Sukoharjo mengalami keracunan pada Kamis (16/1/2025) usai menyantap makanan dalam program MBG. Sebelum keracunan, para siswa tersebut mengaku mencium bau basi dari ayam tepung yang menjadi lauk bersama nasi putih, sayur cah wortel tahu, buah naga, dan susu.

 

(Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Oman: Ujian Perdana John Herdman di GBK, Garuda Bidik Hasil Positif
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara