Jusuf Kalla Polisikan Rismon, Geram Diseret Polemik Ijazah Jokowi

jusuf kalla rismon
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (dok. BWI)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGEMDIA.ID — Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, resmi melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar serta dua akun media sosial atas dugaan penyebaran hoaks terkait ijazah Joko Widodo (Jokowi) ke Bareskrim Polri.

Laporan tersebut diajukan pada Rabu (8/4/2026) dan telah teregister dengan nomor LP/B/135/IV/2026/SPKT.

Tuduhan Pendanaan Dinilai Menghina

JK menilai tuduhan yang menyebut dirinya sebagai pendana dalam polemik ijazah Jokowi sebagai hal yang tidak etis dan merugikan martabatnya.

“Saya melaporkan Rismon Sianipar karena perbuatannya yang saya anggap merugikan saya. Dia mengatakan saya mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan untuk soal ijazah Pak Jokowi,” ujar JK, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan tuduhan tersebut tidak masuk akal, termasuk klaim bahwa dirinya mengeluarkan dana hingga Rp5 miliar.

“Masa saya bayar orang Rp5 miliar untuk menyelidiki beliau. Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan. Itu penghinaan,” tegasnya.

Bukti Diserahkan, Bantahan Dinilai Tidak Tegas

Selain melaporkan individu, JK juga menyerahkan sejumlah barang bukti berupa rekaman video yang memuat tudingan tersebut. Ia menyoroti bahwa pihak terlapor tidak secara tegas membantah isi tuduhan.

“Dia hanya mengatakan itu bukan dia yang membuat, tapi tidak membantah isinya. Itu yang jadi masalah,” ujarnya.

JK bahkan menyatakan terbuka untuk mempertimbangkan penghentian proses hukum apabila sejak awal ada bantahan tegas terhadap tudingan tersebut.

“Kalau dia membantah bahwa itu tidak benar, mungkin ada manfaatnya. Tapi kalau mengatakan itu AI, itu tidak ada artinya untuk saya,” tuturnya.

Baca Juga:

Di Tengah Gejolak Global, Prabowo Pilih “Diplomasi Minyak”

Rismon Sianipar Akui Keaslian Ijazah Jokowi dan Gibran, Siapkan Buku Antitesis

Polemik Dinilai Rugikan Banyak Pihak

Di sisi lain, JK juga mengkritik berlarutnya polemik ijazah Jokowi yang dinilai telah berdampak luas, baik secara materiil maupun sosial.

“Meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan Pak Jokowi, merugikan semua. Puluhan miliar uang habis, waktu juga hilang,” ungkapnya.

Menurut JK, perdebatan berkepanjangan di ruang publik turut memicu polarisasi di masyarakat.

“Terjadi perpecahan di masyarakat. Pro kontra itu perpecahan. Ini mengganggu sifat nasional kita,” pungkasnya.

Kasus ini kini memasuki tahap penanganan aparat penegak hukum, dengan harapan dapat memberikan kejelasan atas polemik yang telah bergulir cukup lama di ruang publik.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City