Istri Bendahara Desa Sumberjaya Laporkan Pj Kepala Desa dan Anggota Polisi ke Polda Metro Jaya

PJ Kepala desa di bekasi
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tinah Sumarnih (32), istri Tabrani yang pernah menjabat sebagai bendahara Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, melaporkan Pj Kepala Desa serta seorang anggota kepolisian Polres Metro Bekasi ke Polda Metro Jaya dan Bidpropam Polri atas dugaan penyalahgunaan wewenang.

Laporan tersebut berkaitan dengan penyitaan aset milik Tinah tanpa adanya proses hukum, yang dikaitkan dengan dugaan penyelewengan dana desa oleh almarhum suaminya.

Kuasa hukum Tinah, Hottua Manalu, menyebut kliennya mengalami intimidasi dan tekanan dari Pj Kepala Desa Sumberjaya, Ike Rahmawati, serta seorang anggota polisi berpangkat Aipda terkait tuduhan penyelewengan dana desa senilai Rp2 miliar.

Hottua menjelaskan tekanan itu berawal ketika Tabrani menjabat sebagai bendahara desa sejak Desember 2024. Pada Juli 2025, Tabrani menerima token bank dari Pj Kepala Desa sebelumnya yang telah meninggal dunia. Token tersebut digunakan untuk menghasilkan one-time password (OTP) dalam setiap transaksi internet banking desa.

“Tina Sumarni selaku istri dari almarhum Tabrani yang pada saat itu menjabat sebagai bendahara di Desa Sumberjaya Desember 2004. Pada Juli 2025, almarhum mendapat sebuah token yang fungsinya untuk mencairkan dana Desa Sumberjaya,” jelas Hottua kepada awak media, dikutip Minggu (31/8/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan pada 30 Juli 2025 Tabrani meninggal dunia. Sekitar sepekan kemudian, Ike Rahmawati resmi dilantik sebagai Pj Kepala Desa menggantikan Sumardi, Pj sebelumnya yang juga telah meninggal dunia.

Saat itu, dana desa senilai Rp2 miliar yang tersimpan di rekening Pemerintah Desa Sumberjaya diketahui sudah kosong.

Karena mencurigai adanya dugaan penyelewengan, Ike kemudian mengajak Tinah untuk menelusuri aliran dana dari rekening Pemdes Sumberjaya yang diduga masuk ke dua rekening pribadi milik Tabrani. Namun, untuk memperoleh rekening koran atas nama Tabrani, diperlukan terlebih dahulu penetapan ahli waris dari pengadilan.

“Singkat ceritanya, ibu pj kepala desa ini mengambil secara paksa barang-barang yang ada di rumah klien kita ini. Dia menyita motor, mobil, kulkas, tempat tidur, emas, bahkan hand phone dan dibantu oleh salah satu oknum polisi yang katanya bertugas di Polres Metro Bekasi,” sebutnya.

Ia juga mengatakan berdasarkan infromasi dari inspektorat tidak ada laporan resmi dari pj kepala Desa Sumberjaya.

“Kami sampai hari ini sudah mengusut dan mencari informasi apa dasar mereka mengambil barang dari rumah ibu Tinah ini. Kami juga sudah mencari informasi di inspektorat ternyata tidak ada laporan secara resmi dari pj kepala Desa Sumberjaya,” ungkapnya.

Dalam prosesnya, tambah Hottua, kliennya itu terkesan dipaksa mengakui perbuatan yang dilakukan sang suami semasa hidupnya padahal kliennya tidak pernah tahu terkait hal tersebut.

Hottua juga mengatakan, barang-barang yang disita merupakan aset pribadi bukan dari hasil penyelewengan dana desa yang dituduhkan kepada almarhum suaminya.

“Yang menjadi titik poinnya, barang-barang tersebut kabarnya ada di kantor kepala Desa Sumberjaya dan belum dikembalikan ke klien kita, dan statusnya dianggap sebagai barang bukti tanpa payung hukum yang jelas,” tegas Hottua.

Atas dugaan penyalahgunaan wewenang tersebut, Tinah resmi melaporkan Ike Rahmawati ke Polda Metro Jaya dengan dasar Pasal 421 KUHP tentang penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat. Laporan itu tercatat dengan nomor STTLP/B/6043/VIII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Baca Juga:

Dana Kredit Nasabah Rp2 M Digasak Manajer Bank BUMN Buat Judol, Jadi Tersangka Kejari Indramayu

Mantan Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp179 Miliar

Sementara itu, seorang anggota kepolisian berinisial Aipda SN turut dilaporkan ke Bidprovam Polri. Hal ini dibuktikan dengan adanya tanda terima surat tertanggal 26 Agustus 2025 terkait dugaan penyalahgunaan wewenang.

“Bahkan rumah yang saat ini ditempati Tinah bersama anak-anaknya terancam disita bila dianggap belum mencukupi dari jumlah dana desa yang dipermasalahkan,” ungkapnya.

(Virdiya/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian