IPM Jabar Selatan Rendah, Agung Yansusan: Jangan Sampai Dianaktirikan

Agung Yansusan
(Instagram/agung.yansusan)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Agung Yansusan, menyoroti ketimpangan pembangunan di wilayah Jawa Barat bagian selatan, khususnya dalam sektor pendidikan.
Menurutnya, ketimpangan tersebut tercermin dari rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di sebagian besar kabupaten/kota di kawasan selatan provinsi ini.

“Kalau dilihat dari peta sebaran IPM, wilayah utara rata-rata berada pada level sedang. Tapi di selatan, hampir semua masih rendah. Ini menunjukkan kualitas pendidikan, ekonomi, dan kesehatan di selatan belum memadai,” kata Agung dalam wawancara bersama Teropongmedia, Kamis (26/6/2025).

Agung menilai ketimpangan ini sebagai masalah struktural yang harus segera diatasi melalui kebijakan pembangunan yang lebih berpihak. Ia menekankan pentingnya komitmen serius dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar pembangunan tidak terpusat di wilayah utara saja.

“Kita tidak boleh membiarkan Jawa Barat Selatan seperti dianaktirikan. Harus ada perhatian lebih dalam bentuk pembangunan infrastruktur, subsidi pendidikan, atau dorongan untuk sektor pertanian. Semua itu harus dijadikan fokus dalam APBD provinsi,” tegasnya.

Selain aspek infrastruktur, Agung juga menyoroti pentingnya intervensi pada kualitas tenaga pendidik sebagai kunci perbaikan pendidikan di selatan. Menurutnya, pendekatan anggaran untuk menambah tunjangan dan kuantitas guru bisa menjadi solusi konkret.

“Manusia secara fitrah akan bekerja lebih serius ketika mendapatkan dukungan yang layak, salah satunya lewat tunjangan. Meski tidak semua, tapi secara umum itu sangat berpengaruh,” jelas Agung.

Baca Juga:

Ijazah Siswa Masih Ditahan, Agung Yansusan Tekankan Implementasi Putusan MK

Pertanian Terabaikan, Agung Yansusan Desak Pemprov Jabar Prioritaskan Ketahanan Pangan

Ia menambahkan, rasio antara jumlah guru dan siswa di wilayah selatan masih belum ideal, sehingga peningkatan jumlah tenaga pendidik juga perlu didorong agar sejalan dengan standar minimum pelayanan pendidikan.

“Penambahan guru dan pemberian tunjangan layak harus menjadi prioritas, karena dari situ akan berdampak pada peningkatan mutu belajar-mengajar dan pada akhirnya mendongkrak IPM wilayah selatan,” pungkasnya.

(Virdiya/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026