Harga Akan Diseragamkan: Label Beras Premium Dihapus!

Pemerintah akan Seragamkan Harga Beras Setelah Label Premium Dihapus Harga Beras Akan Diseragamkan:
Ilustrasi-Beras (dok.jasindo)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan pemerintah berencana menghapus penamaan beras kualitas premium dan medium. Hal ini diputuskan dalam rapat koordinasi Tindak Lanjut Arahan Presiden Terkait Manipulasi Harga Beras dan Beras Oplosan pada Jumat (25/7).

“Kami akan buat hanya ada satu jenis beras saja. Beras ya beras, tidak lagi premium dan medium,” kata Zulhas, Jumat (25/7).

Dia mengatakan pemerintah melalui Bapanas dan kementerian lembaga lain akan membahas lebih lanjut berasan harga beras ini.

“Mereka akan berunding harganya berapa, apakah Rp 13.000, Rp 13.500, atau Rp 12.500,” ucap Zulhas.

Menurutnya beras kualitas premium dan medium di pasaran sebetulnya sama, hanya berbeda kemasan, merek, dan kantong. Keputusan penghapusan label ini karena menurut pemerintah masalah beras menyangkut hajat hidup orang banyak dan merupakan salah satu program prioritas utama Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:

Polri Rilis 5 Merek Beras Lakukan Kecurangan, Ini Daftarnya

Polri Turun Tangan Kawal Beras SPHP, Antisipasi Praktik Pengoplosan

“Tidak boleh ada yang bermain-main disini, apalagi mengambil manfaat sebesar-besarnya untuk kepentingan sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Zulhas menjelaskan di Indonesia hanya akan ada dua jenis beras, yakni beras tanpa label premium medium serta beras khusus. Jenis khusus yang dimaksud yakni beras yang mengantongi izin dari pemerintah. Seperti beras pandan wangi, beras ketan, beras impor untuk orang sakit yakni beras basmati, dan beras japonica.

“Beras sebelumnya kan premium medium, harganya Rp 12.500, ada yang Rp 13.000, ada yang Rp 18.000 karena kantongnya bagus mengkilat. Ada yang isinya tidak sesuai dan itu tidak boleh terjadi lagi,” ucapnya

Pemerintah berencana menyamakan atau menyeragamkan harga beras yang beredar di Indonesia. Langkah ini diambil untuk menindaklanjuti keputusan Rapat Koordinasi terkait Beras Oplosan dengan menghapus penamaan beras premium dan medium menjadi satu jenis beras saja.

“Akan satu harga saja, menggunakan harga maksimum. Kemarin kan ada HET medium, HET premium, Tadi pak Menko sudah putuskan, nanti maksimum berapa,” kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi saat ditemui di Kemenko Bidang Pangan, Jumat (25/7).

Harga maksimum yang dimaksud adalah harga batas atas beras satu jenis. Keputusan penyamaan beras ini akan dirapatkan oleh Bapanas. Dia menyebut dengan hilangnya HET premium dan medium membuat harga beras satu jenis ini menjadi turun. Menurutnya rencana penyamaan beras 1 harga ini hanya tinggal dibereskan dari sisi broken.

Sebab beras yang beredar di Indonesia sudah memiliki kadar air yang sama, yakni 14%. Detail rencana beras satu harga ini akan dirapatkan terlebih dahulu oleh Bapanas dan pihak terkait.

“Nanti akan dirapatkan, penentuan harganya nanti setelah rapat,” ujarnya.

Arief juga menyampaikan pemerintah memastikan tidak ada penarikan beras di pasaran.

“Tidak ada beras yang ditarik, hanya harganya yang disesuaikan dengan kualitas yang ada di dalam kemasan,” ucapnya.

Penetapan harga ini akan dipertimbangkan agar baik bagi petani, penggiling, pengusaha, hingga konsumennya.

Sementara itu, . (_usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025