Polri Turun Tangan Kawal Beras SPHP, Antisipasi Praktik Pengoplosan

Polri Turun Tangan Kawal Beras SPHP, Antisipasi Praktik Pengoplosan
Suasana Pasar Pagi Cirebon mendadak ramai Jumat (18/7/2025) pagi. Tim gabungan dari Polres Cirebon Kota, Perum Bulog Cabang Cirebon, dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pedagang beras. (Dok. tribratanews.jabar.polri.)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi meminta Perum Bulog memastikan proses distribusi beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) benar-benar menjangkau masyarakat yang menjadi targetnya.

“Pemerintah ingin akurasi penyaluran beras SPHP dapat lebih tepat sasaran. Badan Pangan Nasional sudah meminta Bulog agar benar-benar beras SPHP yang 5 kilo itu sampai ke masyarakat,” kata Arief di Jakarta, Senin (21/7/2025),

Ia juga menyoroti bahwa beras SPHP yang merupakan subsidi pemerintah tidak boleh dibuka atau dicampur dengan jenis beras lain, karena program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga:

BULOG Jabar Siap Salurkan 209.165 Ton Beras SPHP Mulai Juli – Desember 2025

Beras SPHP Dioplos dan Dijual Jadi Beras Premium, Negara Rugi Rp2 Triliun

Ketepatan distribusi menjadi sangat penting agar manfaat dari subsidi yang diberikan negara dapat dirasakan secara langsung oleh kelompok yang membutuhkan. Untuk itu, proses distribusi diawasi secara ketat oleh sejumlah instansi terkait, termasuk Satgas Pangan Polri dan Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan.

Tujuan dari pengawasan lintas lembaga ini adalah untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam rantai distribusi, baik di kalangan pelaku usaha maupun pihak penyalur di lapangan.

“Jadi beras SPHP harus benar-benar sampai ke masyarakat seusai dengan kualitas dan mutu awalnya dari Bulog,” tegas Arief.

Arief menambahkan, hingga 18 Juli 2025, distribusi beras SPHP telah mencapai 860.700 kilogram.

Distribusi beras SPHP kembali digalakkan menyusul terbitnya surat penugasan dari Kepala Bapanas dengan nomor 173/TS.02.02/K/7/2025 tertanggal 8 Juli 2025. Program ini akan berlangsung dari Juli hingga Desember 2025 dengan alokasi sebesar 1,318 juta ton beras.

Penyaluran beras dilakukan melalui berbagai saluran, antara lain pedagang pengecer mitra Bulog di pasar tradisional, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Gerakan Pangan Murah, serta berbagai outlet pangan binaan. Selain itu, instansi seperti PT Pos Indonesia, ID Food, PTPN, Pupuk Indonesia, dan kantor-kantor pemerintah serta BUMN juga turut berperan sebagai penyalur.

Dalam program ini, harga beras SPHP disesuaikan dengan zona distribusi dan mengacu pada harga eceran tertinggi (HET):

  • Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, Sulawesi): Rp 12.500/kg
  • Zona 2 (wilayah Sumatra lainnya, NTT, Kalimantan): Rp 13.100/kg
  • Zona 3 (Maluku dan Papua): Rp 13.500/kg

Untuk konsumen akhir, pembelian beras SPHP dibatasi maksimal dua kemasan (10 kg), dan tidak boleh diperjualbelikan kembali demi menjamin program ini dinikmati langsung oleh masyarakat sasaran. (Antara)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun