JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Media sosial TikTok dan Instagram sedang hangat dengan kemunculan bola api yang diduga meteor jatuh di wilayah Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu malam (05/10/2025).
Fenomena itu, telah menyita jagat maya hingga sejumlah rekaman menampilkan cahaya terang meluncur di langit disertai dengan kobaran api besar di sekitar Tol Ciperna, Cirebon, menjadi viral.
Dari video yang beredar luas, penampakan kilatan cahaya melintas cepat di langit malam sebelum menghilang ke arah barat daya.
Tak lama kemudian, beredar pula rekaman lain yang menampakkan api berkobar hebat di area yang diduga sebagai lokasi jatuhnya benda tersebut.
Beberapa unggahan menarasikan suara dentuman keras yang disebut terdengar hingga ke wilayah Cirebon dan Kuningan. Warga yang menyaksikan peristiwa itu mengaku terkejut dengan kilatan cahaya serta suara ledakan yang cukup kuat.
Benda Diduga Meteor dari Langit Cirebon Menurut BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati, buka suara terkait kemunculan kini bola api terang dan suara dentuman keras yang terdengar di langit Cirebon pada Minggu malam.
Kepala Tim Kerja Prakiraan, Data, dan Informasi BMKG Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, mengatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan data awal untuk memastikan penyebab dari fenomena tersebut.
BACA JUGA:
Meteor Hantam Langit Cirebon, Dentuman Bikin Warga Panik
Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia Pada 12-13 Agustus 2025
“Dari sisi meteorologi, suara dentuman bisa timbul karena banyak faktor, seperti sambaran petir, aktivitas gempa bumi, atau peristiwa longsor,” jelas Fuad melansir Antara.
Namun, berdasarkan pengamatan, kondisi cuaca di Cirebon dan sekitarnya saat kejadian berada dalam keadaan cerah berawan.
Ia menambahkan, “Biasanya suara ledakan atau getaran bisa muncul dari awan konvektif akibat sambaran petir. Berdasarkan citra satelit, tidak ada indikasi awan konvektif di sekitar wilayah Cirebon saat kejadian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fuad menuturkan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya aktivitas cuaca ekstrem atau fenomena meteorologis signifikan yang bisa memicu dentuman keras tersebut.
“Hasil pemantauan kami juga tidak menunjukkan adanya getaran berarti di wilayah Cirebon pada waktu yang sama,” kata Fuad menegaskan.
Dengan demikian, BMKG belum dapat menyimpulkan penyebab pasti dari munculnya cahaya terang dan suara dentuman yang sempat menghebohkan masyarakat tersebut.
Fuad menegaskan bahwa fenomena yang berkaitan dengan meteor atau benda luar angkasa tidak termasuk dalam kewenangan BMKG. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi tanggung jawab lembaga yang membidangi antariksa, yakni Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Analisis Perlu Dilakukan Lembaga Terkait
“Terkait fenomena meteor atau benda antariksa merupakan kewenangan lembaga yang membidanginya seperti BRIN,” ungkapnya.
Meski begitu, BMKG Kertajati terus memantau perkembangan informasi dari berbagai sumber, termasuk laporan masyarakat, untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
(Saepul)











