Identitas MUA ‘Sister Hong Lombok’ Terungkap, Bayang-bayang Viral Bikin Klien Kabur

sister hong lombok
(Instagram/feedgramindo)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kasus terungkapnya identitas asli yang membuatnya viral yang disebut-sebut  ‘Sister Hong Lombok’ berujung pada kerugian profesin  bagi Dea Lipa atau Deni Apriadi Rahman. Ia mengaku, akibat kabar dirinya viral, sejumlah klien membatalkan jasannya sebagai tata rias (MUA) pengantin.

Ia tidak hanya kehilangan pemasukan pribadi. Ia menjelaskan bahwa asisten dan fotografer yang biasa bekerja bersamanya juga ikut terdampak karena pembatalan mendadak tersebut.

Dalam konferensi pers di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (15/11/2025), ia menegaskan, “Pembatalan ini menimbulkan kerugian bukan hanya bagi saya, tetapi juga bagi asisten dan rekan kerja saya (henna artist dan fotografer). Kami semua kehilangan pemasukan.”

Sebelumnya, Deni mengungkapkan tekanan psikologis yang berat setelah ia viral dan dijuluki ‘Sister Hong Lombok’. Ia bahkan mengaku sempat dua kali mencoba mengakhiri hidup karena tidak sanggup menghadapi situasi tersebut.

“Sejak viral, saya mengalami tekanan yang sangat berat. Bahkan beberapa kali saya sempat kehilangan kendali dan mengalami pikiran-pikiran berbahaya terhadap diri sendiri,” kata MUA yan dijuluki Sister Hong Lombok itu, dikutip Minggu (16/11/2025).

BACA JUGA:

Viral! Susu MBG kadaluwarsa di Kabupaten Kuningan, Bikin Orang Tua Murid Tak Tenang

Viral! Penemuan Goa Dipercaya Jalan dari Madura Menuju Makassar, Netizen: Bujubuset

Deni menyebut dirinya menerima gelombang komentar negatif dari warganet sejak kasus ini mencuat. Ia mengaku media sosialnya dipenuhi pesan penghinaan hingga ancaman serius.

“Saya menerima ribuan komentar berisi cacian dan hinaan. Saya bahkan mendapat teror seperti ancaman pembunuhan,” tambahnya.

Sosok MUA asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini sebelumnya viral bukan karena kemampuannya merias wajah, melainkan karena penampilannya yang dianggap sangat menyerupai perempuan. Setelah identitasnya diketahui sebagai laki-laki, warganet kemudian menjulukinya sebagai ‘Sister Hong versi Lombok’.

Identitas Deni terkuak setelah akun Facebook @Diana_Arkayanti mengunggah sebuah foto pada Kamis (6/11/2025). Dalam foto tersebut terlihat sosok berhijab dengan wajah glowing yang disebut sebagai perias pengantin. Yang mengejutkan publik, sosok itu ternyata bukan perempuan, tetapi laki-laki.

Dari penelusuran berbagai sumber, diketahui bahwa pria dalam foto tersebut bernama asli Deni, berasal dari Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah. Ia dikenal dengan nama panggilan Dea Lipa, dan selalu memakai jilbab saat bekerja untuk menyamarkan identitasnya sebagai laki-laki.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City