Fasum dan Gedung Pemerintah Rusak Terdampak Demo Ricuh Ajukan Klaim Asuransi

Fasum dan Gedung Pemerintah Rusak Terdampak Demo Ricuh Ajukan Klaim Asuransi
Pintu gerbang gedung MPR/DPR RI sudah ditutup dengan barrier beton, Kamis (22/8/2024) (bing)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan, sejumlah fasilitas umum (fasum) dan gedung pemerintahan yang terdampak kerusuhan aksi massa beberapa waktu belakangan diketahui telah mengajukan klaim asuransi.

“Dari identifikasi fasilitas umum dan gedung, ada beberapa yang dalam proses pergantian (klaim),” ungkap Ogi Prastomiyono dalam Konferensi Pers hasil RDKB OJK, Kamis, (4/9/2025).

Beberapa di antara fasum tersebut dijamin oleh Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (KABMN). Diantaranya, Polsek Ciracas, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Kejati Mamuju, pagar depan Gedung MPR/DPR, serta Gedung DJKN Kanwil Jakarta.

Selain itu, terdapat pula sejumlah gedung yang diasuransikan oleh perusahaan asuransi swasta. Gedung-gedung tersebut antara lain Gedung DRPD Sulawesi Selatan, Gedung Grahadi Surabaya, tiga unit pos polisi di Slipi, Salemba, dan Gunung Sahari, serta sebuah hotel di Bandung.

Baca Juga:

Laras Faizati Jadi Tersangka Demo Ricuh, Diduga Ajak Bakar Mabes Polri di Medsos

Buntut Ojol Affan Dilindas, Komisi Etik Putuskan Kompol Kosmas Dipecat 

Ogi menambahkan bahwa saat ini juga tengah diidentifikasi klaim terkait kendaraan bermotor. Namun, ditemukan pula sejumlah kendaraan yang dibeli melalui bank atau multifinance yang tidak dilengkapi dengan polis asuransi kerusuhan sehingga tidak dapat ditanggung.

Di sisi lain, untuk asuransi jiwa komersial hingga saat ini belum terdapat klaim yang dilaporkan. OJK terus mendorong lembaga jasa keuangan asuransi untuk melakukan assesment dan verifikasi polis, mempercepat pembayaran klaim, melakukan stress test terhadap dampak pergerakan nilai pasar atas aset, serta menyampaikan laporan klaim kepada regulator.

Dalam kesempatan ini, Ogi menekankan pentingnya asuransi tambahan dengan risiko huru-hara atau yang dikenal dengan Riot, Strike, Malicious Damage and Civil Commotion (RSMDCC). Asuransi ini dinilai penting karena menjamin kerugian atas akses publik maupun pribadi akibat kerusuhan.

“Kami mendorong peningkatan perlindungan atas barang milik negara baik pemerintah pusat atau negara, melalui KABMN dimana belum semua barang milik negara dilindungi KABMN itu,” tutur Ogi.

Ia optimistis kesadaran terhadap pentingnya perlindungan dari risiko kerusuhan dan huru-hara akan semakin meningkat. Hal ini seiring dengan makin banyaknya pihak yang memahami manfaat asuransi RSMDCC dalam memberikan perlindungan atas potensi kerugian besar akibat kerusuhan. (usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City